Sempat Dilarang, Pedagang Nekat Jualan di Masjid Agung

Beberapa pedagang masih berjualan di areal Masjid Agung Palembang. Foto/Resha

Palembang – Meskipun sempat dilarang oleh Satuan Polisi Pamong Praja, masih ada saja yang sembunyi berjualan di halaman Masjid Agung Palembang. Apalagi setiap hari Jumat, beberapa pedagang masih tampak menjajakan lapak dagangannya di halaman masjid terbesar di Palembang ini.

Satu diantaranya, ialah Tr (41). Janda satu cucu ini harus kucing-kucingan untuk mencari nafkah dengan berjualan rokok dan minuman. Padahal, tiga mobil Pol PP tampak di depan trotoar.

“Maklum kak, cuma sekali seminggu. Tapi mau gimana lagi, kami juga butuh makan,” terangnya kepada Koran Kito, Jumat (6/1).

Meskipun demikian, ia mengaku tak ingin mengganggu masyarakat yang akan menunaikan kewajiban sebagai umat beragama Islam. Sebab ia sadar, masjid merupakan tempat ibadah.

“Kami tidak akan mengganggu. Kalau lapak saya kan digendong, tapi kalau kawan-kawan lain yang jualan baju, sepatu, itu mungkin mengganggu,” tukasnya.

Lain lagi dengan Marsinah (40). Ibu yang berjualan es tebu ini tersingkir dari tempat sebelumnya, yakni di halaman areal parkir Masjid Agung. Sekarang, ia harus menepi di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di dinding proyek LRT di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Masjid Agung.

“Kalau tidak begini, kami gak bisa cari uang. jadi terpaksa kami mengalah mencari tempat yang agak jauh dari Masjid Agung,” terangnya. (korankito.com/resha)