Bisa Dipercaya

Polda Sumsel Mulai Kenakan Tarif Baru Pengurusan STNK dan BPKB

Dir Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Raden Slamet Santoso

 

Palembang-Polda Sumsel mulai memberlakukan tarif baru untuk pengurusan dokumen kendaraan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Jumat (6/1).

 

Berita Sejenis

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

1 daripada 3.067

Direktur Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Raden Slamet Santoso mengungkapkan,  para pemik kendaraan bermotor sekarang sudah dikenakan biaya tarif yang baru. Bagi pengendara yang tak mau mengganti plat baru, pihaknya akan mengganti dengan nomor plat standar.

 

“Mulai sekarang, untuk pencetakan pengesahan STNK tahunan yang semula tidak ada saat ini juga dikenakan tarif. Besarnya tarif dari pengesahan STNK tersebut Rp25 ribu untuk motor dan Rp50 ribu untuk mobil. Sedangkan bagi para pemilik kendaraan yang tidak mau membayar sesuai ketentuan peraturan pemerintah maka nopol kendaraanya akan diganti dengan nopol standar atau nomor urut kendaraan yang berlaku,” ungkapnya.

 

Dalam peraturan pemerintah, kata Kombes Raden, disebutkan untuk biaya penerbitan STNK yang semula Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu. Sedangkan untuk mobil dari semula Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu.

 

“Nah, jika untuk tarif BPKB semula Rp80 ribu untuk motor menjadi Rp225 ribu. Sedangkan untuk mobil semula Rp100 ribu menjadi Rp375 ribu. Semua itu berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2016,” jelas dia.

 

Selain itu, kenaikan tarif juga dikenakan pada pencetakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) lima tahunan, yang semula Rp30 ribu untuk motor menjadi Rp60 ribu. Lalu untuk mobil semula Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu.

 

“Nanti, sebelum diberlakukan, terlebih dahulu kita akan sosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga tidak kaget lagi ketika melakukan pengesahan baik itu tahunan maupun lima tahunan di Samsat yang ada di seluruh wilayah Sumsel,” pungkasnya.(korankito.com/kardo)