Mahasiswa UMP Bentrok dengan Warga Silaberanti

BENTROK: Salah satu korban bentrokan antara sejumlah warga Silaberanti dengan sekelompok mahasiswa UMP, tadi malam. Foto/Denny

Palembang – Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) tawuran dengan sejumlah warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, tadi malam.

Akibatnya, tiga mahasiswa UMP dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yakni Aditya Nugraha (23), Faldi Riswandi (20) dan Sandi Gumay (23). Sedangkan dua warga Renaldo (19) serta Donny (15) juga dilarikan ke rumah sakit yang sama.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 19.00, dimana saat itu korban Renaldo mendapatkan telpon dari temannya Aman yang mengatakan kalau dia sudah dikeroyok olehg beberapa mahasiswa UMP.

Kemudian, Renaldo mengajak keempat temannya yang lain Renaldi, Ali, Aman, dan Iik untuk mencari pelaku-pelaku pengeroyokan terhadap Aman dengan mengendari sepeda motor.

Saat melintasi Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III, Palembang. Renaldo bersama teman-temannya diserang kelompok lainnya yang menggunakan senjata tajam, sehingga Renaldo mengalami luka tikam.

Mengetahui jika Renaldo mengalami luka tusukan akibat pengeroyokan tersebut, Renaldi pulang ke rumah lalu menceritakan kejadian yang menimpanya kepada orangtuanya dan warga sekitar yang saat itu sedang berkumpul.

Kabar ditusuknya Renaldo, memancing amarah warga Silaberanti yang langsung mendatangi Sekretariat Mapala fakultas ekonomi yang kebenaran ada mahasiswa sedang mengadakan rapat. Serangan tiba-tiba itu, membuat mahasiswa UMP kocar-kacir menyelamatkan diri.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan peristiwa tawuran anatar mahasiswa UMP dan warga Silabetanti, Palembang itu. Saat ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan guns mengetahui pemicu antar dua kelompok tersebut. “Pasca kejadian itu, kita dibantu petugas pengamanan kampus UMP menyisir lokasi dan mendapatkan tiga buah parang, satu tombak, 16 potong kayu gelam, dan tiga pecahan conblock. Kita akan dalami, apa yang menjadi pemicu aksi tawuran itu,’’ paparnya. (korankito.com/denny)