Waduh, Gaji 7000 Guru SD dan SMP Juga Belum Dibayar

 

Kasubbag Kepegawaian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Nasikhun . Foto/Eja

 

Palembang – Tidak cuma guru sekolah menengah atas (SMA) di Sumatera Selatan (Sumsel) saja yang resah karena belum terima gaji pada bulan ini. Sekitar 7000 tenaga pengajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Palembang juga mengalami hal yang sama.

Kepala SDN 140 Palembang Mulyadi mengaku, belum menerima gaji pada Januari ini dan diharapkan pemerintah harus segera mencari solusi, sebab apabila bulan berikutnya terjadi hal yang sama dikhawatirkan akan berdampak pada kinerja pada guru. ‘’Hal itu menyangkut pula pada biaya sehari-hari, uang tranportasi dan kebutuhan lainnya. Jika pencairannya masih lama, ya jelas nanti akan mencari talangan untuk menutupi pengeluaran sehari-hari sementara waktu ini,” ungkapnya, Kamis (5/01) siang.

Ditambahkan salah seorang guru di SDN 204 Palembang Indriyani, gaji itu sudah ada hitungannya semua, jadi karena keterlambatan ini akan berdampak sekali dalam kehidupan sehari-hari. Diakuinya, untungnya masih ada gaji dari suami untuk kebutuhan sementara dan tetap masih kurang jika masih belum cair juga. “Dari sarapan pagi saja sudah mulai berhemat yang biasanya ada jajanan untuk anak di sore hari, kini ditiadakan dulu,” ungkap ibu dua anak ini.

Sementara itu, Kasubbag Kepegawaian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Nasikhun mengutarakan, proses keterlambatan pencairan gaji aparatur sipil negara (ASN) tidak terjadi pada guru di Kota Palembang saja, tapi juga dirasakan oleh ASN se-Indonesia pasca pergantian nama dinas atau nomenklatur (Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah). “Jadi saat ini masih dalam proses pembenahan administrasi pasca pergantian nama dinas. Semuanya juga belum mendapatkan gaji, jadi saya berharap agar guru dapat bersabar menunggu selesainya proses tersebut,” terangnya.(korankito.com/Eja)