Bisa Dipercaya

Dituduh Gasak Batubara dari KA Babaranjang

 

Palembang- Diduga kuat sudah mencuri batubara milik PT Kerata Api Indonesia (KAI) Divre III Kertapati, Amir Sadani (56), Sahirin (49), dan Wihelmus Laba Ruing (49) ditangkap Unit Reskrim Polsek Kertapati Palembang.

 

Berita Sejenis

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

1 daripada 3.067

Ketiga tersangka ditangkap saat berada di rumahnya masing-masing di Jalan Abi Kusno, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Rabu (4/1) sekitar pukul 12.00.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, modus operandi yang digunakan para tersangka dengan cara membuka sambungan rel. Kemudian saat kereta api babaranjang yang bermuatan batubara berhenti, para pelaku langsung membuka pintu grandel bagian sebelah kanan.

 

Mereka langsung menurunkan batubara dari dalam gerbong dimasukan ke dalam karung yang sudah disediakan. Selanjutnya, barang-barang curian itu dijual pelaku kepada pengepul seharga Rp10 ribu per karung.

 

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara didampingi Kapolsek Kertapati AKP Deli Haris mengatakan, tertangkapnya pelaku bermula saat pihaknya mendapatkan laporan dari PT KAI yang mengatakan maraknya aksi pencurian batubara.

“Mendapati laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tiga pelaku berhasil diamankan oleh Polsek Kertapati. Modus yang digunakan pelaku dengan cara membuka grandel gerbong, dan memasukan batubara ke dalam karung yang sudah disediakan,” katanya saat gelar pekara, Kamis (5/1) sore.

 

Menurut  Andi, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Disinyalir, masih ada komplotan lain yang melakukan pencurian batubara milik PT KAI Divre III Kertapati.

 

“Barang bukti yang kita amankan 155 karung batubara, para tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara. Kita akan terus melakukan pengembangan, diduga masih banyak pelaku lainnya,” tambahnya.

 

Sementara itu, tersangka Amir membantah kalau dirinya telah melakukan pencurian tersebut. Menurutnya, saat kejadian gerbong kereta api yang anjlok dirinya bersama kedua temannya sedang berada di rumah.

 

“Bukan kami yang membuka grandel itu, kami tidak tahu apa-apa. Saat itu, kami sedang berada di rumah, tiba-tiba dijemput polisi. Memang, kalau 155 karung batubara itu milik kami, mau dijual sebesar Rp 10 ribu dengan pengepul,” katanya.korankito.com/deny