Bisa Dipercaya

Ribut Gara-gara Kembang Api

Palembang-Nasib apes dialami M Aliyadi (29). Remaja ini harus mengalami luka-luka di sekujur tubuh setelah dikeroyok oleh TM (27) dan PA (50) di Jalan Sungai Item, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, Sabtu (31/12) sekitar pukul 20.00.

Aksi pengeroyokan tersebut kemudian dilaporkan korban yang tinggal di Jalan Putri Rambut Selako, Kecamatan Bukit Lama, Palembang ini ke Sentra Pelayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (3/1) sekitar pukul 12.00.

Di hadapan petugas, korban Yadi menuturkan kejadian tersebut bermula saat ia hendak ke rumah saudaranya yang berada tak jauh dari kediaman terlapor. Kemudian, ketika melintasi depan rumah TM, terlapor saat itu sedang bermain kembang api.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

Tak diduga, kembang api yang sedang dimainkan oleh TM meledak tepat di atas korban, sehigga serpihan petasan tersebut mengenai dirinya. Mendapati hal demikian, Yadi mendekati terlapor, seraya menasehati agar tidak bermain kembang api di jalanan.

“Saya tegur dia, jangan bermain kembang api di jalan nanti kena orang. Tetapi dia malah marah-marah dengan saya, katanya ini di depan rumahnya, jadi terserah dia mau bermain apa,” ucapnya saat ditemui di ruang SPKT Polresta Palembang.

Tidak hanya sekedar marah, terlapor langsung melemparkan petasan tersebut ke arah Yadi. Namun ia sempat menghindar sehingga kembang api tersebut mengenai dinding. Hanya, saja kembang api yang masih menyala tersebut meledak, hingga mengenai tangan dan kakinya.

“Setelah itu, seseorang keluar dari dalam rumahnya hanya mengenakan sarung, mungkin itu bapaknya langsung memegang saya dari belakang. Ketika itulah, mereka berdua mengeroyok saya secara bersamaan,” kata Yadi.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban, untuk segera ditindaklanjuti.

“Laporan korban sudah kita terima, dan akan segera memprosesnya. Termasuk memanggil terlapor untuk dimintai keterangan, dan akan memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut, termasuk meminta korban melakukan visum sementara,” tegas Marully.korankito.com/deny