Bisa Dipercaya

Respon Cepat Kebakaran, BPB-PK Bangun Tiga Pos Pemadam

Kepala BPB-PK Kota Palembang Edison. Foto/Ria

Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kota Palembang tengah mempersiapkan pembangunan tiga pos pemadam kebakaran.

Ketiga pos pemadam kebakaran tersebut berlokasi di kawasan Kemuning, Parameswara, serta Jakabaring.

Berita Sejenis
1 daripada 11

Kepala BPB-PK Kota Palembang Edison mengatakan, dengan tambahan tiga pos tersebut, nantinya BPB-PK Kota Palembang akan memiliki 10 pos. Menurut Edison, hal tersebut perlu dilakukan untuk merespon cepat peristiwa kebakaran yang terjadi di kota Palembang. “Dalam waktu 15 menit setelah dihubungi kita sudah di TKP (Tempat Kejadian Perkara-red). Tak hanya datang, 15 menit itu kita sudah mulai menyiram api,” tegasnya, Rabu (4/1).

Edison menegaskan, untuk melakukan upaya tersebut, BPB-PK harus membangun pos-pos baru di kawasan rawan bencana dan pemukiman padat penduduk. “Pada 2016 di Palembang terjadi 173 kali kebakaran dan didominasi terjadi di kawasan Seberang Ulu,” tambahnya.

Bukan hanya membangun pos pemadam kebakaran saja, Edison pun meminta kepada Pemerintah kota (Pemkot) Palembang untuk bisa memberikan asuransi keselamatan kepada petugas BPB-PK. Pasalnya saat melaksanakan tugas dilapangan petugas BPB-PK memiliki resiko yang sangat besar bahkan berbahaya. “‎Petugas pemadam kebakaran ini beresiko tinggi, rawan kecelakaan kerja. Sehingga kita tengah mengupayakan untuk adanya asuransi jiwa. Saat ini memang sudah ada asuransi, namun dirasa masih kurang,” ujar Edison.

Saat ini jumlah petugas yang dimiliki BPB-PK berjumlah 330 orang petugas yang standby dilapangan. Karena itu, ujarnya, asuransi jiwa tersebut sangat dibutuhkan. Namun Edison menjelaskan, kebijakan tersebut tampaknya belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Pemkot Palembang masih akan melakukan regulasi terkait rencana tersebut. “Baru diajukan masih dicari regulasinya dulu. Nanti dana tersebut akan diberikan berdasarkan kinerja dan golongan masing-masing. Sebagian dari petugas BPB-PK kota Palembang masih berstatus honorer,” katanya.

Selain itu Edison mengatakan, saat ini BPB-PK memiliki 29 kendaraan operasional, namun empat diantaranya dalam proses perbaikan, dan tengah berada di bengkel. “Kita masih ada 25 mobil lagi dan itu masih cukup untuk mengcover kalau ada kejadian kebakaran. Sedangkan yang rusak ringan kita masukkan dibengkel milik kita sedangkan rusak berat kita masukan ke dealer,” katanya. (korankito.com/ria)