Bisa Dipercaya

Pemkot Palembang Bentuk Tim Buru Anjing Liar

ANJING LIAR: Sejumlah petugas Sat Pol PP Kota Palembang memburu gerombolan anjing liar di kawasan Kertapati, Rabu (4/1). Foto/Ria
Palembang – Aksi gerombolan anjing liar yang menewaskan bocah bernama Arkat (11) warga Kemang Agung Kertapati saat mengejar layangan putus, Rabu (4/1) siang, mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Wali Kota Palembang Harnojoyo menginstruksikan petugas untuk terus siaga dan memantau gerakan hewan liar tersebut. Apalagi jika sudah masuk ke wilayah penduduk. “Kejadiannya selalu di Seberang Ulu. Memang disana banyak perbatasan seperti OI dan Banyuasin. Kita tidak tahu apakah anjing ini datang dari luar Palembang atau tidak. Yang jelas jangan sampai terulang,” tegasnya dengan geram, Rabu (4/1).
Menurutnya, selain adanya eksekusi dari pemerintah ia berharap masyarakat bisa menjaga diri terutama anak-anak agar tidak memancing kemunculan hewan liar tersebut. “Orangtua harus melakukan pengawasan ekstra, karena selama ini korbannya anak-anak. Apalagi jika sudah sampai diserang segerombolan anjing jelas bisa mengancam nyawa,” terangnya.
Sementara itu, dinas terkait langsung melakukan tindakan dengan membentuk tim eksekusi terhadap hewan yang membahayakan yang berkeliaran.  Sebanyak dua regu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Panganng serta Dinas Kesehatan, Rabu (3/1) sekitar pukul 16.00  menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) di Kertapati.
Penyisiran pun dilakukan mulai dari TKP penyerangan korban sampai masuk ke rawa dan hutan. Bahkan warga sekitar pun turut membantu petugas untuk menemukan jejak hewan liar tersebut. 
Kepala Sat Pol PP Palembang Alex Ferdinandus mengatakan, pihaknya menurunkan dua regu yang terdiri dari masing-masing 11 orang yang menyebar di lokasi penyerangan.  “Kita juga mencari informasi dari warga, sebab kemunculan anjing liar ini memang sering dan kerap menimbulkan keresahan,” ungkapnya.
Untuk teknis penangkapan sendiri, dengan melakukan tembak bius anjing yang ditemukan yang selanjutnya akan diperiksa Dinkes apakah terindikasi rabies atau tidak. Apabila terindikasi, maka segera diangkut ke rumah karantina yang dipersiapkan khusus di Talang Betutu.  “Anjing liar yang kita temukan akan ditembak bius selanjutnya kita angkut dengan jaring. Meskipun penyisiran kita lakukan di sore hari, semoga saja bisa membuahkan hasil,” katanya. (korankito.com/ria)