Bisa Dipercaya

Korban Serangan Anjing Liar Masih Tergolek Lemah

 

Palembang-Meski sudah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palembang, Ridho Saputra (11), korban serangan tujuh anjing liar belum juga dijenguk pihak  Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang, Selasa (3/1).

Berita Sejenis
1 daripada 3

Perwakilan DP2K Kota Palembang yakni Kepala Bidang  Peternakan Novianti sempat berkordinasi dengan pihak rumah sakit. Namun setelah pertemuan tersebut Novianti malah pergi meninggalkan rumah sakit dengan mobil pribadinya. 

Hanya saja, sebelum pergi meninggalkan rumah sakit, Novianti sempat mengklaim dirinya sudah melihat kondisi terakhir korban. “Sudah kita lihat keadaannya, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” ucap Novianti, Selasa (3/1) siang. 

Menurutnya, kejadian yang menimpa Ridho saat bermain layangan memang di luar dari kendali pihaknya. Lantaran, tidak ada laporan dari warga setempat terkait anjing liar yang bekeliaran di lokasi kejadian. Oleh karena itu, ia meminta kepada instansi terkait lainnya untuk bekerja sama.

“Ini di luar kendali kita, karena sebelum kejadian tidak ada laporan dari pemerintah maupun warga terkait berkeliarannya anjing tersebut. Kami minta adanya kerjasama dari lurah dan camat setempat, karena kami tidak bisa bekerja sendirian,” katanya. 

“Untuk kejadian ini, kami mendatangi langsung ke lokasi. Kami harapkan adanya laporan, sebab bagaimana bisa berkoordinasi dengan baik kalau tidak ada laporan dari pemerintah setempat,” tambahnya. 

Sementara itu, Ibu korban Puspa Reni (33) mengatakan, hingga saat ini belum ada pejabat pemerintah yang mendatangi tempat anaknya dirawat di kamar G18 ruang isolasi RSUD Palembang BARI.

“Belum ada dinas-dinas yang datang ke sini, dari tadi hanya kami bertiga saja di dalam kamar ini. Saya berharap, ada bantuan obat dari pemerintahan karena obat untuk saya ini cukup sulit dicari, dan anak saya cepat sembuh,” ucap Reni saat ditemui di kamar anaknya. 

Ia juga menjelaskan, di daerah rumahnya masih banyak anjing-anjing yang berkeliaran. Maka dari itu, ia berharap agar instansi terkait dapat segera mengambil tindakan agar nanti, tidak ada anak-anak yang menjadi korban berikutnya.

“Masih banyak anjing yang berkeliaran di sana, saya tidak terlalu mengetahui milik siapa. Kalau kondisi anak saya sudah agak mendingan, sudah bisa mengobrol dan makan, tetapi memang masih agak lemas. Ada 40 gigitan anjing di tubuhnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Ridho Saputra bocah kelas empat SD diserang segerombolan anjing liar saat bermain layangan di belakang rumahnya Jalan Abi Kusno Cs, Lorong Pepaya, RT 28, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, Sabtu (31/12) pagi.

Akibat kejadian tersebut, Ridho harus dilarikan ke RSUD Palembang BARI untuk mendapatkan perawatan medis terhadap luka gigitan dan cabikan ketujuh anjing liar yang menyerangnya tersebut.korankito.com/deny