HAB Ke-71 Kemenag, Lebih Dekat Melayani Umat

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mustofa/ Foto/bkdd

Palembang – Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara, karena agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekretaris daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mustofa saat membacakan sambutan Menteri Agama  RI pada Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-71 Kementerian Agama (Kemenag) pelataran Monpera, Selasa (3/1).

Dalam amanat Menetri Agama, Harobin menjelaskan jabatan dan tugas Kemenag sangat besar dan mulia karena sangat menentukan nasib bangsa. Dimana kesatuan kebangsaan akan terpelihara secara kokoh dan tidak dapat dipecah belah. “Semuanya sangat tergantung pada kebijakan dan kecakapan aparatur Kementerian Agama,” ungkapnya.

Menurutnya sejalan dengan tema HAB ke-71 Kemenag tahun ini Bersih Melayani dan motto Lebih Dekat Melayani Umat, Menteri Agama berharap melalui peringatan ulang tahun ini akan semakin memperkuat komitmen dari semua aparatur di Kemenag terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama. Seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kemenag harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan keterampilan dan kesigapan dalam bertugas. “Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kemenag. Kita harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, kita juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan,” imbuhnya.

Tidak lupa Harobin meminta dukungan dari Kanwil Kemenag dan Kemenag Kota Palembang untuk mensuport dua program Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam mencapai visi dan misi Palembang EMAS 2018 yakni gotong royong dan safari subuh yang selalu rutin dilakukan Pemkot Palembang. “Jaga lingkungan yang bersih, nyaman, tentram. Tolong dijaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai ada konflik sosial baik internal dan eksternal,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Alfajri Zabidi mengatakan, dalam peringatan HAB ke-71 Kemenag, pihaknya berusaha untuk memperbaiki dalam memberikan pelayanan kepada publik. Adanya sorotan yang dilakukan oleh ombudsman mengenai sistem pelayanan di Kemenag yang kurang baik, akan segera diperbaiki. ‘’Kami membuka diri jika kami dikoreksi, silahkan. Dalam berkarya kami sebijaksana mungkin untuk bertekad melayani umat semaksimal mungkin,” tukasnya.

Dalam peringatan HAB ke-71 ini ada berbagai kegiatan seperti kegiatan donor darah, anjangsana ke panti Asuhan. Selain itu ada penghargaan Satya Lencana untuk aparatur di Kemenag yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. “Dan puncaknya nanti di 8 Januari akan ada jalan santai dengan tema Jalan Kerukunan Umat Beragama yang akan diikuti oleh peserta dari lima agama yang ada di Sumsel,” katanya.(korankito.com/ria)