Korupsi Pajak Rp2 Miliar di Dispenda Palembang Telah P21

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede. Foto/trb

 

Palembang – Penyidikan kasus korupsi pajak Rp2 miliar dengan tersangka pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang berinisial E dinyatakan telah lengkap atau P21.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengungkapkan, dalam waktu dekat tersangka E, alat bukti serta sejumlah berkas akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.  ‘’Untuk barang butki, dari tangan tersangka kita amankan uang sebesar Rp 700 juta dan satu unit mobil Honda CR-V,” ujar Marully.

Menurut Marully, tersangka E akan dikenakan pasal 2 dan pasal 3  UU No 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 dengan ancaman pidana seumur hidup.

Dalam kasus penggelapan pajak itu, Satreskrim Polresta Palembang telah memeriksa 35 saksi dari berbagai unsur, yakni dari pihak Bank, Hotel, Apartemen serta Dinas Dispenda. “Saat ini kita masih fokus terhadap tersangka E terlebih dahulu, kalau sudah selesai baru akan dilakukan pengembangan ke tersangka lainnya, segala kemungkinan tetap ada,” paparnya.

Marully juga menceritakan, kasus dengan tersangka E tersebut sempat pula di gelar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Satreskrim Polres Palembang.

Awalnya, Unit Tindak Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polresta Palembang mencium adanya dugaan korupsi di Dispenda Kota Palembang pada 2013 kemarin, sehingga anggota kepolisian mulai melakukan penyelidikan. Pada 2014, Polisi meminta BPKP Sumsel untuk melakukan audit, tetapi hal itu sempat mandek sehingga kasus tersebut digelar di KPK pada Agustus 2016. “Kita minta suport KPK , akhirnya, setelah digelar di sana proses audit keluar dari BPKP,” katanya. (korankito.com/denny)