KONI Sumsel tidak Menemukan Kasus Doping Sepanjang 2016

 

Foto/Resha

 

Palembang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sepanjang 2016 tidak ditemukan penggunaan doping dikalangan atlet Sumsel.

Wakil Ketua Bidang IV Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI) Sumsel Samsu Ramel mengatakan, selama 2016 dan tahun sebelumnya tidak ditemukan ada kasus doping dikalangan atlet Sumsel. “Belum, belum ada kita menangani kasusnya,” ujarnya, Sabtu (31/12).

Ia mengungkapkan, memang sulit mendeteksi apakah seorang atlet menggunakan doping, namun apabila diuji laboratorium baru bisa seorang atlet terdeteksi menggunakan doping. “Jika dia meminum obat sakit kepala, minuman berenergi dan beberapa obat lain. Jika dites, bisa positif kena doping. Padahal tak ada niat mereka menggunakan doping itu, mereka mengonsumsi obat dengan tujuan lain,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, kalau memang ditemukan adanya kasus penggunaan doping, perlu diadakan investigasi mendalam. Mulai dari atletnya hingga pelatih, begitu pula dokter tim akan diselidiki lebih lanjut. Jika terbukti dengan sengaja, maka sanksi berat telah menunggu. “Intinya tidak jujur. Badan sudah tak sanggup, tapi memaksakan diri. Ya jika terbukti dengan sengaja, gelar atletnya dicabut dan tidak bisa lagi ikut kompetisi manapun. Silahkan jadi atlet kembali asal jangan di Indonesia,” pungkasnya. (korankito.com/resha)