Belasan Pengunjung Diskotek Positif Narkoba

RAZIA NARKOBA: tim Ditres Narkoba Polda menggelar razia gabungan ke beberapa tempat hiburan di Palembang, dini hari tadi. Foto/Kardo

 

Palembang – Belasan pengunjung diskotek digelandang ke Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel) karena positif narkoba setelah tim Ditres Narkoba Polda menggelar razia gabungan ke beberapa tempat hiburan di Palembang, dini hari tadi

Pantauan Koran Kito, razia gabungan Ditres Narokba Polda Sumsel, Sat Brimob Polda Sumsel, Polisi Militer (PM), dan BNN Sumsel diawali pada hotel Princess (PC), namun saat dilakukan razia, tak ada satu pun pengunjung, hanya ada beberapa pegawai dan ladies yang tengah asyik berbincang saat anggota memasuki diskotik.

Melihat hal tersebut, anggota pun langsung melakukan razia dari beberapa pegawai dan ladies dengan cara tes urine. Selain melakukan tea urine, anggota juga menyisir beberapa lokasi diskotik yang dicurigai tempat menyimpan narkoba. Namun hasilnya nihil dan tak ada pegawai yang positif menggunakan narkoba.

Setelah itu, anggota langsung bergerak ke Selatan Indah Karoke dan kembali mendapati ruangan diskotek dan karaoke yang kosong dan hanya ada beberapa pengunjung yang terlihat sedang menikmati minuman beralkohol. Melihat hal tersebut, anggota pun langsung melakukan pemeriksaan dan Tes urine, namun lagi-lagi anggota belum mendapatkan hasil.

Barulah saat anggota merapat ke Superstar Cafe dan mendapati sejumlah pengunjung yang berlarian melihat kedatangan anggota bersenjata lengkap. Lantaran sudah dikepung. Saat dilakukan tes urine, sedikitnya enam orang pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba dan langsung di gelandang ke Mapolda Sumsel.

Dir Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tomy Irawan saat ditemui usai razia mengatakan, razia kali ini dilakukan untuk mencegah peredaran dan menetralisir masuknya barang haram tersebut ke wilayah Sumsel khususnya tahun baru. “Kita lakukan serentak seluruh Indonesia, giat ini kita lakukan guna mencegah kembali peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan. Sebelumnya tempat-tempat hiburan tersebut sempat diberi peringatan untuk tidak memberikan kesempatan bagi para pengguna dan pengedar memasuki tempat hiburan tersebut. Jikaasih ada, maka kita akan lakukan razia,” ungkap Tomy.

Selain itu Tomy juga menjelaskan, razia kali ini dibagi menjadi tiga tim dan dari ketiga tim tersebut, sedikitnya lima belas pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba dari lima belas titik yang dilakukan razia. “Ada total lima belas titik dan lima belas penggunjung yang dinyatakan positif, saat ini kita akan periksa ulang urinenya dan apabila terbukti menggunakan narkoba. Maka para pengunjung akan kita rehabilitasi dan diserahkan ke BNN,” pungkas Tomy.(korankito.com/kardo).