Akademi Maritim Bina Bahari Siap Bersaing

SIAP BERSAING : Direktur Akademi Maritim Bina Bahari Palembang Soharni menyampaikan materi dalam seminar Kemaritiman Indonesia Sebagai Poros Dunia, Kamis (29/12)

 

Palembang – Akademi Maritim Bina Bahari Palembang siapkan lulusannya untuk bersaing di dunia kerja dalam dan luar negeri.

Direktur Akademi Maritim Bina Bahari Palembang Soharni mengatakan, sebagai salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kompetensi lulusannya yaitu dengan membekali mahasiswa dengan pengetahun, peraturan dan Undang-Undang (UU) Kemaritiman.

Ia menjelaskan, pemahaman mendasar tentang kemaritiman bagi anak didiknya sangatlah penting, hal ini dikarenakan agar kelak mereka bisa menjalankan tugasnya saat bekerja dengan baik. Bagi seorang taruna jurusan ketatalaksanaan pelabuhan dan niaga serta mengusai hukum pelayaran dan kelautan tentu tetap diperlukan. “Para calon lulusan yang nantinya diharapkan dapat bekerja di pelabuhan dan lembaga pelayaran, harus mengetahui berbagai ilmu sebagai modal utama sebelum mereka terjun langsung ke dunia kerjanya masing-masing,” ungkapnya disela kegiatan seminar Kemaritiman Indonesia Sebagai Poros Dunia di aula Museum Balaputra Dewa Palembang, Kamis (29/12).

Selain pengetahuan tentang ilmu kemaritiman dan aturan dalam UU, lanjutnya, ratusan taruna tersebut ini dibekali dan diwajibkan menguasai bahasa Inggris. Pihaknya menekankan kepada anak didiknya, jika bahasa Inggris itu bukan hanya pelajaran tapi kebutuhan. “Untuk terjun ke dunia kerja internasional, minimal mereka menguasai satu bahasa asing yaitu Bahasa Inggris. Maka dari itu, kami mendorong agar para taruna ini memiliki sertifikat Bahasa Inggris. Pasalnya, pada saat melamar kerja selain diperlukan kecapakan berbahasa, mereka juga butuh sertifikat tersebut sebagai buktinya,” tambahnya.

Sementara itu, wakil ketua pelaksana kegiatan seminar Yayan Dian Fitriansyah mengatakan, peserta yang diikutsertakan dalam seminar kali ini hanya mahasiswa angkatan II dan III saja. Mengingat mereka akan menyelesaikan proses pembelajarannya dan membutuhkan materi tambahan sebelum bekerja. “Totalnya ada sebanyak 100 mahasiswa yang mengikuti seminar kali ini. Meskipun ini kegiatan pertama yang kami dilakukan, namun kami berharap semua mahasiswa bisa termotivasi lagi untuk menggali potensi dirinya di bidang kemaritiman guna dapat terserap di dunia kerja dimanapun itu termasuk di luar negeri sekalipun,” pungkasnya. (korankito.com/Eja)