Bisa Dipercaya

Disdik Palembang Gelontorkan Rp67 Miliar untuk Sekolah

Plt Kabid Perencanaan Pembangunan Sekolah Disdik Palembang Herman Wijaya. Foto/Eja

 

Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang siap gelontorkan Rp67 miliar untuk pembangunan sejumlah sekolah sepanjang 2017.

Menurut Plt Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan Sekolah (PPS) Disdik Kota Palembang Herman Wijaya, dan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp17 miliar dan APBD Kota Palembang Rp50 miliar.”Uang itua akan digunakan antara lain untuk pembangunan ulang, perbaikan, pengadaan alat dan perlengkapan sekolah,” ujarnya, kemarin.

Berita Sejenis

SMAN 10 Palembang Jawab Tantangan Kadisdik Sumsel 

Polsri Gelar EDS Kedelapan

17 Lembaga Pendidikan Empatlawang Diajukan Akreditasi

1 daripada 17

Ia menjelaskan, pihaknya mengutamakan bantuan untuk sekolah negeri baik dari pembangunan atau perbaikan gedung serta pengadaan alat perlengkapan pembelajaran di sekolah, dengan mengutamakan sekolah yang berdiri di kawasan rawa-rawa..“Kita dapat fokuskan bantuan ini ke tingkat SD dan SMP, karena kepengurusan SMA dan SMK sudah beralih ke Disdik Provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya.

Selain itu, diakui Herman, pihaknya siap memberikan bantuan kepada SD maupun SMP swasta yang membutuhkan bantuan dari Disdik Kota Palembang. “Kan ada standar pelayanan minimumnya (SPM), jadi tidak semua sekolah swasta yang mendapat bantuan. Ada tim survey dari kami yang akan menilik, apakah sekolah tersebut memang berhak mendapatkan bantuan atau tidak. Jadi kita fokuskan dulu ke sekolah negeri, karena lebih dari 50 persen sekolah negeri di Kota Palembang masih sangat membutuhkan pembangunan,” tegasnya.

Ditempat berbeda, Kepala SDN 160 Palembang Siti Zaleha menambahkan, disekolahnya saat ini terdapat rumah dinas yang benar-benar tidak layak pakai. Maka dari itu pihaknya berharap paska regrouping SDN 182 dan SDN 183 menjadi SDN 160, agar rumah dinas tersebut dialihfungsikan saja. “Karena regrouping maka jumlah siswanya bertambah, sedangkan ruang belajar tidak bertambah. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika rumah dinas di lingkungan SDN 160 yang memang sudah tidak layak pakai tersebut dialilh fungsikan menjadi ruang belajar,” tandanya. (Korankito.com/eja)