Yan Anton Dititipkan di Rutan Pakjo

TAHANAN RUTAN PAKJO: Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian tiba di Palembang langsung di jebloskan di Rutan Pakjo untuk menjalani sidang kasus gratifikasi di Pengadilan Tipikor dalam waktu dekat. Foto/Wahyu

Palembang – Bupati Banyuasin nonaktif Yan Anton Ferdian tersangka kasus gratifikasi proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) kini dititipkan penyidik Komisi Pemberantasan Koperasi (KPK) di rumah tahanan (Rutan) Negara Klas I Pakjo, Palembang, Rabu (28/12).
Selain Yan, dua tersangka lainnya yakni Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga  Kabupaten Banyuasin Rustamin dan seorang pengusaha Kirman tiba di Rutan kelas l Pakjo Palembang sekitar pukul 16.00.
Saat tiba di Rutan, Yan Anton tak banyak bicara, dengan memakai rompi tahanan KPK, dirinya hanya menyebutkan kabar saja. “Saya sehat dan baik-baik saja, sudah P21 kok tinggal tunggu JPU saja,” singkat Yan Anton sambil meninggalkan awak media.
Yan Anton dinyatakan sebagai tersangka, usai KPK mengamankan uang dalam pecahan rupiah sebesar Rp299 juta dan uang 11.200 Dolar Amerika setara dengan Rp150 juta hasil dari menerima sejumlah suap dari proyek Ijon di Disdik Banyuasin.
Bupati Banyuasin non aktif itu akan menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Palembang dalam waktu dekat.
Kepala Rutan Kelas l Pakjo Palembang, Basroni mengungkapkan, jika pihaknya kini masih harus mendata ketiga tersangka terlebih dahulu dan akan dimasukan kedalam sel karantina selama satu minggu. “Kita data dulu, dan untuk tersanka yang baru masuk kita masukan ke sel karantina selama satu minggu. Setelah itu baru kita gabungkan dengan tahanan lain,” ungkap Basroni.
Disinggung mengenai apakah ada perlakuan khusus terhadap Yan Anton, Basroni mengungkapkan, jika pihaknya memperlakukan semua tahanan sama. Tak ada perlakuan khusus untuk Yan Anton dan kedua tersangka lainnya. Bahkan, ketiga tersangka setelah satu minggu di sel karantina, akan digabungkan dengan tahanan lain.
“Tidak ada perlakuan khusus, semua tahanan kita perlakukan sama. Nanti kita akan hitung dan kita data. Setelah itu baru kita gabungkan dengan tahanan lain,” pungkas Basroni.(korankito.com/kardo).