Aswari Hadiri Perayaan Natal Oikumene di Lahat

NATAL OIKUMENE: Bupati Lahat Aswari menyampaikan sambutannya dalam perataan Natal Oikumene di halaman Sekolah Santo Yosep, Selasa (27/12) malam. Foto/hms

 

Lahat – Umat Kristen dan Katolik gelar perayaan Natal Oikumene 2016 bertajuk Hari Ini Telah Lahir Bagi Mu Juru Selamat, Kristen, Tuhan di Kota Daud di halaman Sekolah Santo Yosep Lahat, Selasa (27/12) malam.

Dalam acara tersebut hadir pula Bupati Lahat H Aswari Riva’i sebagai kepala daerah, Ketua DPRD Lahat, Dandim 0405, Kapolres Lahat, Sekda lahat, FKUB Lahat, dan jajaran SKPD Lahat menyaksikan semarak beragam pentas seni yang disuguhkan remaja perwakilan gereja di Bumi Seganti Setungguan.

Dalam kesempatan itu Kepala Daerah Lahat H Aswari Rivai menyampaikan, selamat hari Natal 2016 kepada umat Kristen. “Natal dan tahun baru 2017 marilah kita memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan, karena pada malam ini kita diperbolehkan berkumpul di tempat ini dalam suasana yang aman, nyaman dan damai sebagai warga masyarakat Lahat sebagai satu saudara yang menghormati satu sama lain,’’ ujar Aswari di depan ratusan pemeluk Kristen.

Ia juga menyampaikan, terima kasih kepada aparat keamanan yang telah mengamankan perayaan Natal 2016 sehingga suasana terbangun sangat kondusif. ‘’Lahat ini sanggat dikenal sebagai tempat perlindungan dan jaminan bagi semua orang untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, pemerintah menjamin tetang hal itu sesuai dengan landasan negara kita yaitu pancasila dan UUD 1945,’’ kata Aswari.

Menurutnya, Natal Oikumene ini semestinya lebih di maksudkan sebagai sarana untuk menyatuhkan seluruh umat Kristen dan Katolik  khususnya yang berdomisili di Kabupaten lahat, semakin bersatu saling bahu membahu hidup berdampingan sebagai sebagai satu Bangsa Indonesia dan sangat menghargai toleransi. “Saya ucapkan selamat karena umat Kristen dan Katolik di Lahat telah bersatu hati dengan bahu membahu dan bekerja sama pada perayaan Natal Oikumene tahun ini dan saya berharap kiranya perayaan ini tidak hanya menampilkan kemeriahan dan hingar hingar semata. Dan ini harus dimaknai sebagai peristiwa untuk merenung dan berefleksi,’’ harap Aswari. (korankito.com/hasyim)