Anak Diduga Dibunuh Oknum, Holman Lapor Polisi 

LAPOR – Holman Sitompul (46), saat melapor di Mapolresta Palembang. Foto/Deny

Palembang – Menduga anaknya tewas dianiaya oknum polisi berinisial CR, Holman Sitompul (46), warga Dusun I, Desa Tegal Rejo, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, mendatangi Mapolresta Palembang, Selasa (27/12) sore.

Holman membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang atas meninggalnya anaknya Noviolanda Shellatama (20). Holman menganggap kematian anaknya itu tidak wajar, lantaran terdapat luka lebam di sekujur tubuhnya.

Kecurigaan Holman bemula saat ia mendapatkan kabar anak kandungnya telah merenggang nyawa di kamar kos di Jalan Mayor Salim Batubara, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang, pada Sabtu (24/12).

Mendapati kabar tersebut, Holman bersama istrinya mendatangi rumah sakit untuk mengecek kebenarannya. Setibanya di rumah sakit, ia mendapatkan tubuh Novi sudah terbujur kaku.

“Setiba di sana, saya melihat badan anak saya penuh dengan luka, seperti di tangan sebelah kanan, luka memar di bagian mata sebelah kiri dan paha sebelah kanan. Anak saya baru ngekos di sana, terkejut mendapatkan kabar dia meninggal,” ucapnya.

Holman sempat bertanya kepada teman Novi yakni Ria. Saat itulah, Holman mengetahui kalau Senin (19/12) sekitat pukul 13.00, Ria melihat korban sedang dipukuli oleh terlapor.

Bahkan, ia juga mengatakan pada Rabu (21/12) sore, petugas keamanan kamar kos, Aditya juga melihat korban dan terlapor sedang berkelahi dan saling kejar-kejaran. “Kami curiga, kalau meninggalnya anak kami akibat dianiaya terlapor,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga korban. Selanjutnya, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut.

“Akan ditindaklanjuti, apakah benar ada kejadian pembunuhan atau gantung diri. Terkait adanya laporan korban terhadap terlapor yang anggota polisi, sah-sah saja mau melaporkan siapa saja, tinggal nanti alat buktinya yang akan kita perkuat,” jelasnya.

Masih dikatakan Marully, saat itu pihaknya mendapat laporan dari pemilik kamar kost korban yang mengatakan tercium bau bangkai dari dalam kamar Novi. Kemudian, tim Polsek Kemuning berserta Identifikasi Polresta Palembang langsung mendatangi TKP.

“Setibanya di sana, anggota kita sulit masuk karena pintu terkunci dari dalam, dan akhirnya di jebol. Ternyata setibanya di dalam, anggota kita menemukan anak kunci masih tersangkut di rumahnya, selain itu ditemukan juga jasad wanita tergantung yang mulai membusuk,” katanya.

“Jadi, kesimpulan dari hasil olah TKP anggota kita, kondisi di dalam kamar sulit bagi orang hendak masuk dari luar, alias terkunci dari dalam dan anak kunci tertancap di rumah kunci. Selain itu, kamarnya berada di lantai III, serta di dalam kamar itu terdapat jendela yang sudah terpasang terlalis besi,” tutup Marully. (korankito.com/deny)