2017, DPRD Bahas 20 Raperda

Palembang – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Selatan (Sumsel) merekomendasikan 20 rancangan peraturan daerah (Raperda) masuk dalam program legislasi daerah (Prolegda) Provinsi Sumsel pada 2017.

“Badan pembentukan Perda Provinsi Sumsel memahami dan merekomendasikan 20 perda program legislasi daerah Provinsi Sumsel tahun 2017,” ujar Juru bicara Badan Pembentukan Perda Provinsi Sumsel, Aslam Mahrom dalam rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopran Marjani, Rabu (27/12).

Aslam yang juga anggota Fraksi Hanura itu mengungkapkan, setelah melalui pembahasan Badan Pembentukan Perda Provinsi Sumsel menyarankan beberapa hal pansus-pansus yang membahas Raperda agar muatan Raperda tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan memperhatikan kewenangan sesuai Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya (UU No 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah).

“Terhadap Raperda tentang rencana pembangunan industri provinsi Sumsel pada 2016-2035 untuk memedomani UU No 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang serta melakukan konsultasi terhadap pihak yang berwenangan berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan,” jelasnya pada rapat paripurna DPRD Sumsel yang dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu.

Selain itu Badan Pembentukan Perda Sumsel menyarankan agar dalam melakukan pembahasan Raperda, panitia khusus (pansus) harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melakukan konsultasi kepada pihak yang berwenang agar tidak terjadi pelanggaran hukum.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengakui masih banyak pembangunan yang akan dilakukan di antaranya meneruskan pembangunan yang sudah dilakukan pada tahun 2016 yang belum terselesaikan karena harus dilakukan secara bertahap, serta terus melakukan percepatan untuk mencapai sasaran pembangunan Sumsel.

Dijelaskan Alex Noerdin, pembangunan dilakukan bukan hanya karena Asian Games dan MotoGP semata, melainkan pembangunan Sumsel secara komprehensif, terintegrasi. Tujuan akhirnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program prioritas pembangunan yang simpel dan konsisten yakni pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. “Apa yang kita lakukan ini, semuanya tidak mudah, sangat berat, banyak kendala dan hambatan. Namun Insya Allah akan tercapai. Jadi, saya minta semua pihak mendukung dengan menjaga stabilitas keamanan Sumsel,” ungkap Alex. (korankito.com/jon)