Bisa Dipercaya

PTPI dan Pemkot Palembang Kembangkan Pupuk Organik

Palembang – PT Pupuk Indonesia (PTPI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, meneken nota kesepakatn pengelolaan sampah menjadi pupuk organik. Penandatangan dilakukan di aula Gedung Anex Pusri, Jumat (23/12).

Direktur Investasi PT Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, kerjasama ini akan mengoptimalkan sinergi antara kedua belah pihak, khususnya dalam pengelolaan sampah menjadi pupuk organik.

“Saat ini kapasitas produksi pupuk organik nasional juga masih jauh di bawah kebutuhan, terutama bila menyesuaikan dengan pola pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500Kg pupuk organik, 300Kg NPK dan 200Kg pupuk urea per hektar lahan pertanian,” ujarnya.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Selain itu saat ini kebutuhan pupuk organik di wilayah pulau Sumatera seperti Sumsel, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung juga cukup besar. Dimana kebutuhan akan pupuk organik tersebut sebanyak 18 ribu ton/tahun.

Sekda Kota Palembang Harobin Mastofa mengaku sangat mendukung dengan adanya kerjasama dalam pengelolaan sampah. Saat ini potensi sampah yang dihasilkan Kota Palembang per hari mencapai 600-800 ton.

“Kalau tidak dicarikan solusinya dalam lima tahun ke depan kita akan tidur di atas sampah,” ujar Harobin.

Palembang saat ini sudah memiliki dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yakni di Sukawinatan dan   Karyajaya. Namun yang sudah dioperasionalkan dan ada pengelolaan sampah hanya di TPA Sukawinatan. Pengelolaan sampah pun dengan sistem insinerator yakni mengubah sampah anorganik menjadi tenaga listrik.

“Sedangkan untuk sampah organik kita belum ada kerjasamanya. Dengan insinerator itu masih tetap ada sisa sampahnya,” imbuhnya. (korankito.com/ria)