Disdik Dorong Literasi Sekolah Menuju Lahat Cerdas

Kepala Dinas Pendidikan Lahat Sutoko. Foto/ Wahyu

Lahat – Program gerakan literasi sekolah (GLS) secara bertahap telah dilakukan sebagian besar sekolah di Kabupaten Lahat seiring dengan diberlakukannya kurikulum pendidikan 2013.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lahat Sutoko menjelaskan, sesuai dengan kebijakan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud tentang desain gerakan literasi sekolah (menulis dan membaca), Disdik Lahat terus mensosialisasikan program tersebut kepada sekolah-sekolah. ‘’GLS itu secara bertahap disosialisasikan di sekolah-sekolah di Lahat hingga tahun ajaran baru 2017. Namun sebagian sekolah di Kota Lahat telah menerapkan gerakan itu,’’ ujarnya kepada Koran Kito, Jumat (23/12).

Sutoko mengungkapkan, Disdik Lahat sangat mendukung program GLS karena sejalan pula dengan beberapa program peningkatan mutu pendidikan yang digulirkan pemerintah kabupaten menuju Lahat Cerdas 2017.

Ia mengatakan, dalam peningkatan mutu pendidikan di Bumi Seganti Setungguan selain mendongkrak kemampuan akademik peserta didik, Disdik Lahat juga terus mendorong kompetensi guru lewat beragam kegiatan termasuk menggelar lokakarya para guru. ‘’Paling tidak setahun sekali kita lakukan lokakarya untuk brainstorming,’’ katanya.

Sutoko juga mengaku, untuk mengoptimalkan GLS pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan stakeholder lainnya agar dapat menumbuhkan kemampuan serta menggali talenta peserta didik maupun guru. ‘’Saya berharap tim literasi sekolah dapat mengembangkan gerakan itu lebih luas lewat berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder termasuk kalangan pers,’’ ujarnya, sembari menyebutkan pers termasuk salah satu yang pas untuk digandeng dalam GLS karena domainnya pers memang bersentuhan dengan menulis dan membaca.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Lahat Aidil mengaku, sangat mendukung GLS dan akan menjadikan gerakan itu sebagai kultur di sekolah. ‘’Gerakan literasi masih kami sosialisasikan kepada guru-guru dan rencananya akan mulai dilakukan paling lambat tahun ajaran baru,’’ katanya. (korankito.com/hasyim)