Bisa Dipercaya

Bandit Jalanan Tak Berkutik Disergap Intel

Tersangka jambret Fikri dan Darmawan. foto/denny.

Palembang- Dua bandit jalanan yang sering meresahkan warga Kota Palembang, Amrullah Fikri (26) dan Darmawan (22) berhasil ditangkap Satuan Intelkam Polresta Palembang, Kamis (22/12) malam.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

Keduanya diringkus saat berada di rumahnya Jalan Sabar Jaya, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lantaran berusaha kabur dan melawan, Fikri dan Darmawan dilumpuhkan timah panas petugas. Kini, mereka harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang.

Menurut pengakuan Darmawan, ia bersama Fikri sudah tiga kali beraksi. Terakhir mereka merampas tas milik korban Budi, di Jalan R Sukamto, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang.
Saat itu, korban sedang menunggu angkot hendak pulang ke rumah. Melihat Budi yang sedang berdiri di pinggir jalan, dan tasnya hanya digandeng, kawanan pelaku memepet korban serta merampas tas dukungnya.

Lalu pelaku kabur, seraya membawa lari tas korban yang berisikan satu unit laptop merk Sony Vaio. Atas kejadian tersebut, korban membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

“Iya kami melakukannya, sudah tiga gali. Pertama depan kantor Walikota Palembang dapat ponsel, kedua di depan PTC Mall,” jelasnya, Jumat (22/12) pagi.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menuturkan, tertangkapnya pelaku, bermula saat pihaknya mendapatkan laporan adanya tindak pidana penjambretan.

“Kemudian, anggota Sat Intelkam Polresta Palembang melakukan penyelidikan, hasilnya kedua pelaku berhasil diamankan. Karena melawan terpaksa diberikan tindakan tegas,” ujarnya saat dimintai konfirmasi.

Modus pelaku dengan cara mengendarai sepeda motor Suzuki FU berkeliling Kota Palembang mencari korbannya. Kemudian, setelah melihat korban, pelaku langsung merampas tasnya.

“Untuk barang bukti kita amankan satu buah tas dan laptop milik korban. Tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara,” tutup Marully. (korankito.com/denny)