Taman Nasional Sembilang Direncanakan Masuk Sebagai Nominasi Cagar Biosfer

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Executive Director Komite Nasional Program MAB-UNESCO Indonesia  Prof  Dr Y Purwanto DEA. Foto/Humas

Palembang- Taman Nasional Sembilang yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan direncanakan akan dimasukkan sebagai nominasi Cagar Biosfer yang merupakan program dari MAB-UNESCO yang bertujuan untuk membangun dasar ilmiah bagi perbaikan hubungan antara manusia dan Lingkungannya.
Hal ini diungkapkan Tim Cagar Biosfer, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Komite Nasional Program MAB-UNESCO Indonesia, Prof. Dr. Y Purwanto DEA selaku Executive Director dan Dr. Hari Nugroho selaku Program Director, saat mengadakan mengadakan pertemuan dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Griya Agung Palembang, Rabu (21/12).
Prof. Dr. Y Purwanto DEA mengungkapkan, Cagar Biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem asli, ekosistem unik, atau ekosistem yang telah mengalami degradasi keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan bagi kepentingan penelitian dan pendidikan dengan konsep mensinergikan keseimbangan ekonomi, ekologi dan ekosistem.
“Kita merencanakan untuk memasukan Taman Nasional Sembilang sebagai Cagar Biosfer program MAB-UNESCO. Ini sangat penting karena didalam ekologi kawasan ini sangat penting, seperti tempat bermigrasi 25 sampai 27 jenis burung pantai migrant dan ekosistem yang ada didalamnya,” ungkapnya.
Dipaparkannya, Di dunia, jaringan Cagar Biosfer saat ini hanya berjumlah 669 situs di 120 negara diseluruh dunia, termasuk 16 situs lintas batas. Di Indonesia sendiri terdapat 11 Cagar Biosfer diantaranya yakni Cibodas, Pulau Komodo, Tanjung Puting, Lorelindu, Pulau Seribu, Gunung Laeuser, Giamsiak Kecil BB, Wakatobi, dan lainnya.
Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat menyambut baik rencana ini dan dalam waktu dekat akan segera menindaklanjuti dengan membentuk tim khusus yang akan menyiapkan segala persyaratan yang diperlukan.
Menurut Alex, semestinya selaku pemerintah Provinsi Sumsel harus lebih bersemangat dibanding LIPI terkait rencana ini. Karena ini sangat penting dan banyak manfaat yang didapat dari penetapan Taman Nasional Sembilang sebagai Cagar Biosfer.
“Untuk itu, akan segera kita tindak lanjuti, dalam dua sampai tiga minggu  kedepan sudah terbentuk tim yang akan menangani ini, Cagar Biosfer Berbak Sembilang ini sangat penting, kurang lebih hampir sama dampaknya dengan kita menjadi tuan rumah Asian Games dan MotoGP,” pungkasnyas. (korankito.com/hms/***)