Tahun Ini, 470 Guru di Palembang Pensiun

Kasubag Kepegawaian Disdikpora Palembang Nasikun

Palembang – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang meminta sekolah pandai-pandai menutupi kekurangan guru akibat ada yang pensiun setiap tahun.

Kepala Disdikora Ahmad Zulinto melalui Kepala Sub Bagian Kepegawaian Disdikpora Palembang Nasikun mengatakan, setiap sekolah harus bisa menutupi kekurangan guru dengan memberdayakan guru honorer yang ada ataupun merekrut guru honor baru. Pasalnya, setiap tahun pasti ada guru yang pensiun, mengusulkan mutasi dan lain sebagainya.

“Untuk honornya kan sudah diatur dalam petunjuk teknis dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan bisa juga melalui dana bantuan sekolah gratis (BSG),” kata Nasikun, ketika dihubungi Korankito.com, Kamis (22/12), .

Tahun 2016 saja, lanjutnya, ada 470-an guru yang terdata pensiun. “Untuk tahun depan jumlahnya juga tidak jauh berbeda, tapi data konkretnya masih direkapitulasi,” ungkapnya.

Dikatakannya, puncak pensiun guru itu nanti pada tahun 2019 yang mencapai 700 orang lebih. Itu pun bisa bertambah kalau ada yang mengusulkan mutasi, bahkan jika ada yang meninggal dunia. “Tahun 2019 adalah puncaknya pensiun guru. Sebab, rata-rata guru yang pensiun pada tahun tersebut adalah guru yang diangkat pada tahun 70-80 an atau pada zaman Inpres. Mengingat guru pada masa ini sudah masuk batas usia pensiun (BUP) yang diatur dalam Undang-Undang (UU) nomor 14 Tahun 2005 yang berlaku sejak Desember 2005 silam,” pungkasnya.korankito.com/ejak