Pascakecelakaan, 19 WN Bangladesh Diamankan Imigrasi Palembang

Palembang- Pascakecelakaan tunggal di Jalan Lintas Timur, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, 19 warga negara (WN) Bangladesh diamankan petugas Imigrasi Kelas I Palembang.

Pantauan Koran Kito di lapangan, 19 WNA berada di ruangan tahanan khsus para imigram. Tak banyak yang dapat diperbuat di tahanan, mereka hanya bisa tidur dan berbincang satu sama lainnya.

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Imigrasi Kelas I, Palembang Jompang, membenarkan pihaknya sudah mengamankan 19 WNA asal Bangladesh tersebut.

“Mereka kita dapatkan setelah terjadinya kecelakaan lalulintas yang terjadi di daerah Banyuasin. Lalu, kita amakan mereka di sini,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/12) siang.

19 WN Bangladesh ini semuanya memiliki paspor, hanya saja tidak memiliki tujuan yang jelas mau kemana. Sehingga, setelah insiden kecelakaan itu, mereka dibawa ke kantor Imigrasi Palembang.

“Setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan yang membawa WNA Bangladesh, kita langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP), serta membawa mereka ke kantor imigrasi,” katanya.

Menurut Jompang, pihaknya sudah mengamankan paspor WNA tersebut. Berdasarkan paspor itu, WNA ini masik ke Indonesia melalui bandara Soekarno-Hatta.

“Kita belum dapat pastikan mereka mau kemana dan tujuannya ke Indonesia. Karena kita kesulitan bahasa mereka, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa berbahasa Inggris,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap para WNA ini guna mencari informasi-informasi akurat terkait kedatangan WNA asal Bangladesh tersebut.

“Sesuai SOP kita akan tahan mereka selama 30 hari, serta akan terus melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Akhir-akhir ini sudah ada WNA yang kita deportasi ke negara asalnya,” ujar Jompang.

Seperti diketahui, bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dari Solo hendak menuju Medan yang membawa 19 WNA asal Bangladesh mengalami kecelakaan tunggal, terperosok ke tepian sungai Desa Pangkalan Panji, Banyuasin, Rabu (21/12) siang.korankito.com/denny