Manajemen SFC Terancam Sanksi Denda

Palembang- Akibat ulah suporter yang menghidupkan flare dan petasan saat laga kandang Sriwijaya FC kontra Pusamania Borneo, manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC akhirnya dimintai klarifikasi.

Surat klarifikasi dilayangkan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Surat dengan nomor 263/GTS.DISIPLIN/XII/2016 datang pada tanggal 19 Desember lalu.

Hal ini diungkapkan Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid. Menurutnya, PT SOM sendiri telah mengirim surat balasan klarifikasi tersebut ke PT GTS..

“Kita sudah menjelaskan kronologis kejadian. Yang jelas kita meminta maaf karena ini di luar kemampuan kita,” terangnya ketika diwawancarai.

Akibat kejadian ini, manajemen SFC terancam sanksi dari operator kompetisi. Sebab penyalaan flare dan petasan di tengah pertandingan dilarang keras oleh asosiasi sepakbola internasional FIFA. “Mungkin kita kena denda, besarannya belum tahu. Sekitar Rp25 juta – Rp50 jutaan,” ujarnya

Faisal mengakui kejadian tersebut di luar kendali panitia. Namun akibat dari insiden ini pertandingan sempat dihentikan beberapa menit.

“Tapi kita sudah balas suratnya, menjelaskan kronologisnya dan meminta maaf. Tidak perlu lagi diselidiki siapa yang melakukan, karena di tayangan televisi terpampang,” pungkasnya.korankito.com/resha