Korban Rusuh di Penambangan Pasir Ditemukan Tewas

KORBAN-Jenazah Riansya, korban rusuh di penambangan pasir Kandis, Kabupaten OI, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang, Senin (19/12).foto/kardo

 

 

Palembang – Nasib naas dialami Riansyah (45), warga Tangga Takat, Keluarahan 16 Ulu, Palembang. Pekerja di kapal tugboat ini meregang nyawa saat melintas di penambangan pasir wilayah perairan Sungai Ogan di Desa Santapan Barat dan Timur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Diduga kuat, korban dikeroyok oleh warga setempat lantaran kesal karena tiang penyangga listrik ke desa ditabrak di sungai saat korban bekerja hingga menyebabkan listrik mati.

Menurut Irawan, sopir kapal tugboat yang juga keponakan korban, saat itu penambangan pasir sedang dilakukan oleh 6 orang, yakni Riansyah sebagai operator alat, dan dirinya sebagai sopir sub tongkang dan 4 orang lainnya sebagai penggali pasir.

“Saat itu kami cuma bekerja untuk Riky, saat tengah melakukan penambangan, datang dua orang warga menyuruh kapal milik Riansyah dan kawan-kawan mutar arah. Setelah tugbuat diputar tiba-tiba puluhan warga memburu mereka dengan menggunakan bambu dan batu, kami berhasil lolos sedangkan Riansyah tak bisa kabur dan langsung dikeroyok kurang lebih lima puluh orang lalu di buang ke sungai,” ungkap Irawan, Senin (19/12).

Widi, kakak Riansyah menambahkan, pihak keluarga sudah mencari adiknya sejak tiga hari yang lalu dan korban ditemukan tak jauh dari tempat pengeroyokan tersebut.

“Dari tiga hari yang lewat kami mencarinya.  Sekitar jam 07.00 pagi, kami mendapat laporan dari warga, sedangkan tongkang kami dibakar,”  ungkapnya.

Kapolresta OI AKBP Arief mengatakan, kejadian tersebut disinyalir adanya kejadian tongkang yang menabrak tiang listrik sehingga di desa tersebut mati lampu. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah benar atau ada motif lain yang menyebabkan korban meninggal.

“Berdasarkan keterangan, berawal dari sebuah tongkang yang menabrak tiang listrik sehingga warga setempat marah. Tapi kemarin sempat dilakukan perdamaian dan tidak ada permasalahan. untuk selanjutnya kita akan melakukan pendalaman lagi apakah benar tongkang yang dikendarai korban itu yang menabrak tiang tersebut,” ungkap Arief saat ditemui di Mapolda Sumsel.

Sementara itu, Kompol Mansyuri, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, pihaknya akan melakukan autopsi terhadap korban.

“Jenazah sudah kita terima, saat ini kita masih peiksa di ruang forensik. Kita juga sudah koordinasikan dengan pihak Polres OI untuk mengusut kasus ini,” pungkasnya.(korankito.com/kardo).