Bisa Dipercaya

JPO ‘Hilang’, Masyarakat Sulit Menyebrang

MENYEBRANG-Salah seorang warga yang kesulitan menyebrang di Jalan Sudirman, Palembang, Senin (19/12).foto/resha

 

Palembang-Kondisi Jalan Jendral Sudirman yang macet, ditambah panas terik, cukup membuat kesal pejalan kaki. Salah satunya warga bernama Doyo (21). Ia harus menunggu cukup lama untuk bisa menyebrang dari sebelah International Plaza (IP) menuju ke Optik Mitra.

Lamo nian nak nyebrang bae, rame pulo mobil samo motor ini. Kemano jembatan kemaren?” terangnya kepada Koran Kito.

Berita Sejenis
1 daripada 10

Sejak dibongkar September lalu, jembatan penyebrangan orang (JPO) memang sudah menghilang dari depan pusat perbelanjaan tersebut. Kini masalah baru muncul, warga yang ingin menyeberang dari IP menuju ke seberang jalan cukup kesulitan.

Ditambah lagi dengan adanya tumpukan material pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT), masyarakat mau tak mau harus mengangkat kaki tinggi-tinggi karena ada tali pembatas.

“Seharusnya jembatan kemarin jangan dibongkar dulu atau dibuka sedikit tali pembatas ini. Kami susah mau nyebrang,” keluh Dodi yang juga mahasiswa salah satu universitas swasta di  Kota Palembang ini.

Seorang petugas pembangunan yang juga enggan menyebutkan nama menuturkan, memang benar masyarakat mau tak mau menyeberang di antara tumpukan material. Namun ia tak bisa mencegah orang yang lalu lalang tersebut.

“Ya mau lewat mana lagi mereka. Kita mengerti, tapi di sini kan area pekerja,” tuturnya.

Ia berharap bahwa warga yang ingin menyebrang mau mengerti kondisi demikian. “Kan lagi pembangunan, sabar aja dulu,” pungkasnya. korankito.com/resha