UKB Buka Prodi S2 Magister Kebidanan

Palembang – Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang resmi memiliki gedung pascasarjana dan membuka program studi (prodi) Magister Kebidanan (S2).
Rektor UKB melalui Wakil Rektor 1 UKB Palembang Ferroka Wathan mengungkapkan, prodi Magister (S2) Kebidanan masih sangat langka di Indonesia. Hal inilah yang mempelopori UKB mendirikan prodi tersebut selain memang mendapat mandat dari pihak Himpunan Perguruan Tinggi Swasta Kesehatan (HPTS Kes).

“Saya kira prodi ini termasuk yang pertama di Sumatera, silahkan di cek bahkan di Indonesia saja yang resmi dibuka baru ada tiga termasuk di UKB,” ungkap Ferroka, Sabtu (17/12).
Dikatakannya, selain prodi Magister Kebidanan pihaknya juga membuka prodi Farmasi, Hukum dan Manajemen dengan jenjang yang sama. Saat ini, lanjutnya, sudah ada 20 dosen pengajar S2 tetap, 13 dosen pengajar jurusan kesahatan dan tujuh dosen lainnya mengajar hukum.
“Kami juga menjalin kerjasama dengan pihak universitas dari dalam dan luar negeri sebagai dosen tambahan yang diperbantukan. Seperti baru-baru ini kami menjalin kerjasama dengan pihak Jepang dan sebelumnya menjalin kerjasama dengan Amerika, Eropa, Australia dan Filipina,” ujarnya.

Dengan rasio 1:30, maka pada penerimaan awal pihaknya siap menampung 240 calon mahasiswa Magister Kebidanan di tahun ajaran baru. “Pendaftarannya sendiri insya allah akan kami buka tahun depan dari bulan April hingga pertengahan Oktober. Dengan delapan dosen tetap maka kami siap menampung 240 calon mahasiswa baru,” tambahnya.
Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Riduan Anzib menambahkan, sebenarnya ada 20 universitas yang mengusulkan untuk membuka prodi Magister Kesehatan, namun hanya 12 prodi saja yang dinilai sudah layak dan siap untuk dibuka. “Ada enam atau tujuh prodi Magister yang disetujui Kemenristek Dikti untuk dibuka dan selebihnya Magister Keperawatan. Namun UKB termasuk yang sudah siap karena sudah memenuhi persyaratan,” katanya.

Menurut Riduan, ada lima syarat utama dalam mendirikan sebuah institusi maupun prodi baru yaitu harus memiliki lahan, gedung infrastruktur, dosen, finansial, dan program yang disusun harus memenuhi standar minimal perguruan tinggi. Diakuinya, hampir setiap perguruan tinggi yang mengusulkan pengembangan programnya maupun membuka prodi Magister ataupun doctor terkendala di dosen.

“Untuk menyiapkan dosen bertitel Doktor saja butuh waktu lima tahun, inilah yang menjadi kendala utamanya. Tiap prodi Magister yang dibuka memiliki syarat tersendiri yaitu minimal punya enam orang dosen S3 yang linear. Dan kami lihat di UKB ini sudah memiliki delapan dosen tetap untuk mengajar di prodi Magister Kebidanan, maka dari itu langsung kami resmikan,” pungkas Riduan.korankito.com/ejak