Bisa Dipercaya

Komisi IV DPR RI Kunjungi Sumsel

Gubernur Sumsel Terima Kunjungan Komisi IV DPR RI. -foto/hms-

Palembang – Komisi IV DPR Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan diipimpin Ketua Tim Edhy Prabowo dan beberapa anggotanya untuk mendapatkan informasi serta masukan di Bidang pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan serta pangan. Kemudian terkait adanya dugaan penyalagunaan izin perkebunan tebu menjadi sawit.

Kunjungan Komisi IV DPR RI disambut baik Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin di Ruang Rapat Bina Praja Provinsi Sumsel. Hadir pada kesempatan ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Nopran Marjani, Para Staf Ahli, Para Asisten, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Kepala Peternakan Provinsi Sumsel dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

Kemudian terlihat juga dari Badan Restorasi Gambut (BRG), Perum Bulog, PT. Pupuk Indonesia Holding Company, PT. Berdikari, PT. Sang Hyang Seri dan PT. Pertani serta PT. Dinamika Graha Sarana (Perusahaan Perkebunan di Ogan Komering Ilir).

Dalam rapat tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan secara singkat bahwa kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 merupakan kebakaran yang besar. “Tercatat kebakaran itu dengan luas mencapai 108.329 ha dari total 736.587 ha. Tapi pada tahun 2016 Insya Allah tidak akan terbakar lagi,” tuturnya.  “Kita mendapatkan bantuan dari empat negara, diantaranya Norwegia, Inggris, Belanda dan Amerika Serikat. Lalu tidak kurang dari lima LSM yang membantu. Bahkan, delapan daerah di Sumsel dalam program perbaikan lingkungan.

Sementara itu, Ketua Tim Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo mengukapkan, puas dan bangga dengan kunjungan ke Provinsi Sumsel. “Saya lihat bagaimana kompak dan solidnya kerja tim di Sumsel dalam membangun Provinsi Sumsel,” katanya.

Dijelaskanya, kedatangan Komisi IV ke Sumsel untuk melihat perkembangan ketahanan pangan. “Kita tahu Sumsel merupakan provinsi  yang menurut saya yang paling berhasil dalam mengembangkan ketahan pangan dan mendapatkan tugas dari Pemerintah Pusat. Alhasil dari 1 juta ton ternyata menjadi 1,1 juta ton. “Ini satu catatan bagi kita semua, bahwa Sumsel berhasil melakukan itu. Bahkan, Itu masih ada peluang-peluang lagi untuk peningkatan, seadainya saja ada anggran lagi,” lanjutnya.

Begitu juga di sektor kehutanan. “Kita tahu Sumsel pada tahun 2018 akan menjadi tuan rumah Asian Games. kita mau lihat jangan sampai program yang begitu besar yang diamanatkan di Sumsel dan membawa nama negara, akibat dari area lahan gambut yang begitu luas jangan sampai terjadi kebakaran yang begitu ekstrim sehingga mengganggu penyelenggaraan nya. Disini ada BRG yang kita undang dan kita harapkan mereka bersinergi kedepannya,” terangnya. (korankito.com/hms/***)