Hoax, Gaji Pensiunan PNS Dibayar Sekaligus

Kepala Seksi (Kasi) Bagian Umum dan Humas, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Palembang, Maryono. Foto/ria

Palembang -Belakangan ini beredar kabar yang menyebutkan gaji pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang lebih dikenal PNS akan dibayar sekaligus dengan angka fantastis. Ternyata kabar itu tidak benar alias hoax.
Hal ini ditegaskan Kepala Seksi (Kasi) Bagian Umum dan Humas, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Palembang, Maryono. Menurut Maryono, tidak ada pembayaran dana pensiun sekaligus oleh Pemerintah. “Tidak benar itu. Pasalnya, sampai saat ini belum ada perubahan undang-undang terkait hal itu,” jelasnya, Jumat (16/12)

Ia menjelaskan, tidak ada pembayaran gaji pensiun sekaligus, terutama di dalam aturan UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.

“Jika bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak ada aturan terbaru. Karena, dalam UU hanya non APBN yang dapat dibayarkan sekaligus, itupun harus sesuai aturan UU Nomor 11 Tahun 1992,” katanya.

Ia pun meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memahaminya. Berbeda dengan swasta, PNS adalah abdi negara. “Kalau swasta, mereka bekerja dulu, begitu selesai maka langsung dibayarkan penuh. Sedangkan untuk PNS mereka adalah abdi negara,” tuturnya.

Taspen menyarankan agar para pensiunan tidak mempertanyakan hal ini kepada pihak lain. Pensiunan jangan sampai percaya dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Seluruh pengelolaan keuangan pemerintah itu ada aturannya. Jadi jika ada yang bilang dana pensiunan PNS akan dibayarkan sekaligus, minimal harus ada pembahasan Rancangan UU. Sampai sekarang belum ada arah ke sana bahkan wacananya belum,”jelasnya.

Maryono menambahkan saat ini PT Taspen (Persero) terus meningkatkan layanan. Dimana, saat ini disediakan Layanan Klaim Otomatis (KLO). Prinsipnya pensiunan tidak perlu mengurus ke Taspen, untuk mengetahui pencairan uang pensiunan.

“Saat jatuh tempo, secara otomatis dana pensiun sudah masuk ke mitra bayar. Dimana, ada 14 mitra bayar yang bekerja sama dengan Taspen, 13 Lembaga perbankan dan satu Kantor Pos,” pungkasnya. (korankito.com/ria)