190 Ribu Polisi Diterjunkan untuk Pengamanan Natal

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto/ dok

Palembang – Sebanyak 190 ribu polisi akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan pada perayaan Natal dan malam tahun baru 2017.

Menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian, pengamanan tersebut disebut Operasi Sandi Lilin yang digelar selama 10 hari, terhitung mulai 23 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017. “Sedangkan operasi puncaknya kita akan lakukan operasi kondusioning. Sebanyak 190 personel kepolisian yang akan kita libatkan didalam pengamanan tersebut,” ujar Tito, di Palembang, Sabtu (17/12).
Ia juga mengaku,  sudah memerintahkan pimpinan kepolisian seluruh wilayah Indonesia untuk melakulan pertemuan bersama Majelis Ulama Indonesia, Persatuan Gereja dan, tokoh-tokoh masyarakat lainnya. “Tujuannya, untuk membuat pernyataan dan mempersatukan misi mengamankan Natal dan tahun baru. Baik Kapolda maupun Kapolres sudah saya perintahkan agar melakukan pertemuan,” terangnya.
Pengamanan itu juga akan melibatkan beberapa instansi terkait, diantaranya TNI dan pemerintah daerah (Pemda) setempat. “Jadi, bukan hanya Polri, kita juga melibatkan TNi, Pemda, termasuk Banser, dan Pamswakarsa,” terangnya.
Tito menambahkan, ancaman teror pada perayaan Natal juga menjadi prioritas penting dari Polisi. Saat ini tim Densus 88 terus bergerak untuk memburu jaringan teror dengan melakukan operasi-operasi khusus. “Kalau ancaman teror, terus kita antisipasi lewat operasi Densus 88. Tetapi, jaringannya berkembang terus. Penangkapan pelaku terus kita lakukan, sambil memperkuat deteksi kemubgkian ada yang lain,” tutupnya.(korankito.com/denny)