Setelah Diprotes Walimurid, Disdikpora Pertemukan Dua Kasek Baru

Kadisdikpora Palembang Ahmad Zulinto

Palembang – Setelah mendapat protes dari walimurid terkait penggantian kepala sekolah (kasek) SDN 38, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Ahmad Zulinto, mempertemukan kedua kepala sekolah. Zulinto meminta agar kepala sekolah yang saat ini menjabat agar dapat lebih baik kinerjanya dibanding sebelumnya.

Menurut Zulinto, kasus aksi demo penolakan kasek baru oleh walisiswa SDN 38 terhadap kasek baru, harus diambil hikmahnya bahwa walisiswa ini menilai kerja kasek yang saat itu menjabat sudah sangat baik.

“Pagi ini (Jumat, 16/12) kedua kasek tersebut sudah dipertemukan dan semua permasalahan sudah selesai. Jadi satu-satunya jalan keluar untuk kasek baru saat ini adalah ia harus dapat mengadopsi program yang dicanangkan oleh kasek lamanya dan mengikuti keinginan walisiswa tersebut. Bahkan kasek yang baru saat ini harus lebih baik lagi kinerja dan programnya,” tegas Zulinto saat dikonfirmasi awak media, Jumat (16/12).

 

Diakui Zulinto, sangat disayangkan adanya aksi demonstrasi ini, tapi pihaknya sangat mengapresiasi rasa sayang dan peduli walisiswa terhadap kasek yang mereka nilai kinerjanya sangat baik. Zulinto pun berharap, agar setiap kasek dapat disayangi oleh seluruh elemen di sekolahnya dan mempunyai kinerja yang baik. “Saya berharap agar setiap kasek dapat menarik simpati wali siswanya melalui prestasi dan kinerjanya,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala SDN 38 Palembang periode 2012-2016 yang dimutasi menjadi Kepala SDN 140 Palembang Mulyadi mengaku, dirinya tidak mengetahui para walisiswa itu melakukan aksi demo di kantor Disdikpora untuk mempertahankan dirinya. “Saya benar-benar tidak tahu jika para wali siswa ini akan melakukan aksi demo penolakan kasek baru dan mempertahankan saya di sini. Saya pun kaget saat melihat adanya pemberitaan mengenai demo ini di berbagai media,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi via telepon.

Mulyadi menjelaskan, program yang diusungnya merupakan visi dan misi Walikota Palembang yaitu menciptakan generasi yang berakhlak mulia. Jadi, lanjutnya, setiap sebelum masuk jam pelajaran sekolah di jam ke nol para siswa harus membaca surat pendek dan yasin setiap hari Jumat. “Bahkan untuk pengambilan nomor ujian saja para siswa harus menyetor hafalan ayat-ayat pendek dan semuanya tanpa dipungut biaya,” pungkas Mulyadi.korankito.com/ejak