Terdakwa Korupsi Pengendalian Menara Telkom Dituntut 3 Tahun Penjara

Palembang-Terdakwa dugaan korupsi pungutan retribusi pengendalian menara telekomunikasi (Telkom) di Kabupaten Muaraenim Provinsi Sumsel Zainal Arifin (53) dan Jumhario Yunus (49), dituntut tiga tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yulius Dasa Putra, menyebutkan, terdakwa Zainal yang menjabat sebagai Kepala Kantor (Kakan) Telekomunikasi dan Informatika Kabupaten Muara Enim dan Zainal sebagai PNS dengan jabatan Kasi Telekomuniasi dan Informatika bersalah. Perbuatan mereka melanggar pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 UU RI no 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP

“Menuntut para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama tiga tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan sementara,” kata JPU Yulius.

JPU juga membebankan kepada para terdakwa untuk membayar denda pidana karena telah merugikan perekonomian negara dari retribusi untuk PAD Kabupaten Muara Enim senilai Rp533.080.000.

“Membebankan kepada para terdakwa dengan membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta, jika tidak membayar denda tersebut maka dapat diganti dengan kurungan penjara masing-masing selama enam bulan penjara,” ucapnya.

Ketua majelis hakim Eliwarti memberikan kesempatan kepada para terdakwa didampingi kuasa hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan. Kuasa hukum terdakwa dari kantor Firmansyah dan Patners meminta waktu satu pekan untuk mengajukan nota pembelaan. “Majelis hakim kami meminta waktu sepekan untuk pembelaan nantinya,” ungkap Firman, Selasa (13/12).korankito.com/ria