Mau Berobat Alternatif Malah Dicabuli

LAPOR- Korban pencabulan saat melapor ke Polresta Palembang.

Palembang-Tindakan asusila dengan modus pengobatan alternatif kembali terjadi. Kali ini menimpa FS (24), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Pangeran, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang.

Atas kejadian tersebut, korban ditemani suaminya Ari Irawan (27) mendatangi Mapolresta Palembang, Rabu (14/12) sore. Mereka mengadukan Ano (50), yang sudah diduga telah berbuat tak senonoh.
Di hadapan petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, korban menuturkan, kejadian tersebut bermula saat ia mengalami keguguran.

Kemudian suami korban mengajak dirinya mendatangi bapak angkatnya yang tinggal di Gang Mawana, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa (13/12). Setibanya di sana korban diajak oleh terlapor masuk ke dalam kamar.

“Awalnya kami mengobrol dulu, sudah itu dia mengusapkan minyak di muka saya. Setelah itu, dia mengajak berciuman, saya sempat menolak. Tetapi dia tetap memaksa, katanya untuk pengobatan,” ucapnya.

Terlapor kemudian berbuat tak senonoh hingga mengajak korban untuk berhubungan intim. Namun, korban menolak ajakan tersebut.
“Katanya agar makhluk gaib pergi dari tubuh saya. Dia mengajak berhubungan badan, tapi saya tolak dan pergi. Sebelum pergi, dia bilang jangan bilang sama suami saya, kalau bilang akan terjadi apa-apa,” jelasnya.

Menurutnya, ia baru pertama kali berobat alternatif dan tak menyangka bakal mendapatkan pengalaman pahit.
“Saya terbayang-bayang dengan perbuatan salah itu, makanya tadi pagi memberanikan diri bercerita dengan suami saya. Saya harap, pelaku cepat ditangkap,” ujar korban.

Sementara itu, suami korban Ari menuturkan awalnya ia tak mengetahui kejadian tersebut. Hanya saja, saat istirnya sedang berada di dalam kamar, ia mempunyai firasat buruk tentang korban.

“Saya menunggu di luar, dia dalam kamar bersama pelaku. Saya mempunyai firasat buruk, lalu masuk, saya melihat istri saya membenarkan pakaiannya, lalu pelaku menyuruh keluar lagi,” katanya.

Ari mengakui pelaku sudah dianggapnya sebagai bapak angkatnya sejak dua tahun silam. “Saya sempat ke sana, mempertanyakan kelakuan dia kepada istri saya namun dia tidak mengaku. Bahkan dia sempat mengancam, silakan kalau mau melaporkan polisi, dia tidak takut,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan akan segera ditindaklanjuti.

“Sudah kita terima, terlapor akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Korban juga sudah kita arahkan untuk melakukan visum terlebih dahulu,” singkatnya.korankito.com/denny