Bisa Dipercaya

Ditendang dan Digigit Cara Siska Habisi Nyawa Anaknya

PEMBUNUHAN : Tersangka Siska Nopriana saat memperagakan adegan ke 4 dan 6 menendang dada dan menggigit anak kandungnya Brayn. Foto/Denny

Palembang – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, menggelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Brayn Aditya Fadhilah (4) yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri Siska Nopriana (23) di rumah kontrakannya, Senin (21/11) siang.

Sebanyak 22 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang digelar di ruang penyidik PPA Polresta Palembang, Selasa (13/12) siang. Saat itulah terkuak, jika Siska menghabisi nyawa anak semata wayangnya tersebut dengan cara ditendang dan digigit.

Berita Sejenis
1 daripada 3.104

Peristiwa naas yang menimpa bocah malang tersebut, bermula saat tersangka Siska sedang mencuci pakaian di rumah kontrakannya, Jalan Lubuk Bakung, RT 06, RW 09, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Lalu, Brayn yang sedang tertidur, tiba-tiba bangun dan menangis tanpa sebab.
Mendengar tangisan tersebut, Siska emosi dan berteriak agar Brayn segera diam. Namun, teriakan itu tak membuat korban diam, melainkan Brayn tambah menangis, sehingga membuat tersangka Siska geram yang langsung masuk ke dalam kamar.

Setiba didalam kamar, Siska yang masih tersulut emosi memberikan tendangan maut ke dada sebelah kanan sebanyak dua kali, tak hanya itu tersangka juga mengigit tangan dan dada korban. Setelah meluapkan amarahnya, tersangka kembali meminta korban tidur.

Namun sebelum tidur, korban sempat mengeluhkan sakit di dada. Lantas tersangka, mengambil air asam jawa yang diusapkan bagian dada korban, lalu Brayn pun tertidur pulas. Sekitar pukul 12.00, tersangka sempat cemas dan menghampiri anaknya yang tertidur didalam kamar.

“Saya bangunkan, tetapi tidak bangun-bangun, saya pegang kakinya terasa dingin,” ucap tersangka saat memperagakan adegan ke 13.

Melihat hal tersebut, tersangka panik seraya keluar rumah membawa galon, kemudian meminjam motor tetangganya dengan alasan mengisi air mineral. Akan tetapi, Siska menuju rumah mertuanya Siti Subaida untuk menitipkan sepeda motor tersebut.

“Sampai di depan lorong, saya naik ojek minta dihantarkan ke Polresta Palembang untuk membuat laporan KDRT yang dilakukan suami saya,” jelasnya.

Saat dilakukan interogasi oleh petugas, ditemukan kejanggalan dari keterangan tersangka. Barulah, Siska mengaku telah membunuh anak kandungnya tersebut. Petugas pun bergerak ke lokasi kejadian, dan mendapati Brayn terbujur kaku di atas tempat tidur.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan terhadap tersangka Siska. Menurutnya, sengaja di lakukan di ruang penyidik PPA guna menghindari hal-hal tak diinginkan.

“Penganiayan yang dilakukan tersangka terhadap korban sudah berlangsung sangat lama. Tadi hanya ada 22 adegan, dimana terdapat pelaku menganiaya korban dengan cara ditendanh serta digigit,” ucap Maruly saat diwawancarai usai rekonstruksi.

Sementara, Siska sendiri akan dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT dan Jo Pasal 80 ayat 4 Undang-undang RI nomor 36 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 20 tahun penjara. (korankito.com/denny)