Tapak Suci Sumsel Sabet Satu Emas di Kejurnas

TAPAK SUCI: Nia Larasati (dua dari kanan) menyabet emas di Kejurnas Tapak Suci 2016 Universitas Muhammadiyah Malang, 5-8 Desember 2016. Foto/IST

Palembang-Pesilat asal Sekayu, Musi Banyuasin bernama Nia Larasati kembali mengharumkan nama Sumatera Selatan di kancah Nasional. Ia berhasil mempersembahkan satu emas sebagai satu-satunya medali untuk Sumsel dalam Kejuaraan Nasional Tapak Suci di GOR Universitas Muhammadiyah Malang. 5-8 Desember lalu.

Dibincangi saat baru saja tiba di Palembang, atlet yang juga siswa kelas 3 SMAN 5 sekayu ini mengaku cukup bangga dengan hasil yang ia raih. Meski melalui perjuangan cukup berat, dan melakoni laga final ketat melawan Jateng. Akhirnya Nia berhasil mempersembahkan emas untuk Sumsel.

“Alhamdulillah dapat emas lagi. Walau agak berat, setelah berjuang dari satu partai ke partai lain. Akhirnya bisa ke final. Kemarin di POPWIL dan Kejurnas dapat emas. Tapi kelasnya beda. Sekarang kelas H kemarin kelas G putri, ” ucapnya.

Rupanya bukan kali ini saja Nia meraih emas, berturut-turut dari Pekan Olahraga Pelajar Wilayah lalu Kejurnas PPLP dan kini Kejurnas Tapak Suci. Ia selalu membawa pulang medali emas.

Diungkapkan atlet yang akrab disapa Decil ini, jika event berikutnya yang akan ditargetkan cukup banyak. Seperti Kejuaraan Remaja Asia yang akan diselenggarakan tahun depan.

“Sekarang sudah kelas 3 SMA. jadi sambil latihan harus fokus belajar juga. Mudah-mudahan antara silat dan sekolah dapat saling mendukung,” kata anak dari pasangan Linggar Jati dan Zaini ini

Sementara itu, Misliyani selaku pelatih yang mendampingi Nia mengatakan jika ia cukup bangga dengan prestasi yang ditorehkan Nia. Walaupun, Misliyani menyadari jika Tapak Suci Sumsel harus lebih berbenah untuk memperbaiki pembinaan. Lantaran, berkaca dari atlet semua cukup baik dan terlihat betul-betul terlatih.

“Kita membawa tukuh atlet yakni Arini Alfa Hidayah kelas B, Franico kelas A, Nia Larasati kelas H, Deni Kurniawan kelas D, Rudi Pratama, Akbar Sawaluddin kelas E. Tapi memang enam atlet lain belum beruntung, ” pungkasnya. (korankito.com/resha)