Hati-hati, Kawanan Begal Masih Berkeliaran di Jakabaring

 

Ilustrasi/kk

 

Palembang – Aksi begal di Kota Palembang khususnya di kawasan Jakabaring belakangan ini semakin marak dan nekat untuk melukai korbannya. Dalam tiga pekan terakhir setidaknya telah terjadi empat kasus perampasan sepeda motor dengan cara begal.

Catatan Koran Kito menunjukkan, kawanan begal bersenjata api melumpuhkan seorang ibu rumah tangga (IRT) Nurmawati (49) yang hendak pergi ke Pasar Induk dan uang Rp1,2 juta amblas digondol begundal itu, pada Jumat (9/12).

Enam orang begal tersebut melakukan aksinya disiang bolong di Jalan Gubernur HA Bastari Palembang, sekitar pukul 12.00 dengan cara menendang sepeda motor korban. Sepeda motor yang dikendarai Ramadoni (17) dan Nurmawati oleng sehingga keduanya jatuh. Saat itulah, tiga orang pelaku langsung turun dan menodongkan senpi kearah korban, seraya meminta barang-barang berharga yang dibawanya. “Karena ketakutan, tas berisi uang Rp1,2 juta saya serahkan ke pelaku,” ucap korban sembari mengungkapkan, pelaku juga berusaha mengambil sepeda motor tetapi gagal sebab sepeda motornya tidak bisa dinyalakan.

Lima hari sebelumnya, seorang pelajar SMP di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) juga di gasak kawanan begal di dekat Taman Pelangi, Jakabaring, Senin (5/12). Akibatnya korban Muhammad Aris Bangmukti (13) kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion.

“Ada tiga orang pelaku, bertanya apakah kami ini anak-anak suporter, kerena dia mengaku kalau baru saja dipukuli oleh anak suporter. Kemudian, mereka minta ponsel teman-teman saya untuk melihat foto-foto itu,” ungkap saksi Wahyu.

Kemudian, lanjut Wahyu, pelaku merampas kunci kontak sepeda motor Aris dan langsung membawa kabur motor itu.

Kejadian lainnya dialami Muhammah Ali Saputra (16), pada Sabtu (26/11) sekitar pukul 16.00 di kawasan Jakabaring. Selain kehilangan sepeda motor Yamaha Mio GT, korban juga mengalami luka bacok di bagian tangan kiri dan kepala bagian belakang.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama rekannya usai berenang di kolam pemandian di kompleks Ogan Permata Indah (OPI). Saat melintasi Jalan Seniman Amri Yahya tepatnya di depan Gedung Serbaguna Dekranasda, korban dipepet dua orang pemuda yang menggendarai sepeda motor Yamaha Xeon, lalu merampas paksa sepeda motor rekan korban.

Sehari sebelumnya atau Jum’at (25/11) sekitar pukul 07.00, seorang pembantu rumah tangga (PRT) Nawaria alias Reni (40) warga Desa Pemulutan, Kabupaten OI tewas mengenaskan dengan lima luka tusukan ditubuhnya setelah menjadi korban begal.

Korban saat itu, baru saja pulang dari pasar Induk Jakabaring hendak menuju tempatnya bekerja di Perumahan Atlit Top, Blok A 15, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang. Akan tetapi, sebelum tiba di tempat tujuan, Reni dihadang dua orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

Pelaku merampas sepeda motor Yamaha Matic yang dibawa oleh Reni. Akan tetapi, korban melawan sehingga pelaku menghunuskan senjata tajam (sajam) pisau yang dibawanya, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Palembang BARI, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono berjanji akan segera melakukan pengungkapan kasus-kasus begal yang sudah sangat meresahkan warga Palembang tersebut. Selain itu, Polresta Palembang akan melakukan giat patroli di titik-titik rawan kejahatan. “Pelaku akan kita tangkap, jika mereka melawan tentunya akan kita tembak di tempat. Tetapi, kalau menyerahkan diri dengan baik, kita akan baik-baik juga. Pastinya, kita akan melakukan pencegahan agar tindak kejahatan begal bisa di berantas, dengan meningkatkan patroli,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan tindak kriminalitas, termasuk melintasi jalan-jalan yang sepi. “Kalau mengendarai motor malam, dan melintasi jalur yang panjang dan gelap, jangan sendirian, tunggu temannya lewat,” tutupnya.

(korankito.com/denny)