Bisa Dipercaya

Pelajar SMP Ditodong di Atas Ampera

DITODONG: Empat Pelajar SMPN15 datangi SPKT Polresta Palembang untuk melaporkan peristiwa penodongan yang mereka alamai di Jembatan Ampera. Namun mereka diminta melaporkan kejadian iti didampingi orangtua. Foto/Denny
Palembang- Kawanan penodong kembali beraksi di Jembatan Ampera Palembang, korbannya kali ini seorang pelajar SMPN 15 yang tengah melintas.
Korban Reza (14) bersama tiga temannya kala itu lewat di atas Jembatan Ampera hendak menuju Benteng Kuto Besak (BKB). Tiba-tiba ada dua orang tak dikenal menghadang. “Rencananya kami mau ke BKB. Pas, di jalan ada dua orang yang menghadang kami, dan bertanya mau kemana,” ucapnya saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta, Sabtu (10/12) sore.
Atas kejadian tersebut, korban harus kehilangan satu unit telepon seluler (ponsel) kesayangannya. Kemudian, kawanan pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dan teman-temannya sebesar Rp 10 ribu. Akan tetapi, lantaran tak memiliki uang, korban pun tak memberikannya. “Mereka sempat memeriksa saku celana, kami jelaskan kalau tidak ada uang,” tambahnya.
Melihat korban tak punya uang, kawanan pelaku meminta ponsel yang dibawa Reza. Sempat terjadi aksi tarik-menarik, namun akhirnya pelaku bisa membawa kabur ponsel korban. “Sempat tarik-tarikan ponsel itu, dan akhirnya dia berhasil mendapatkannya,” katanya.
Masih dikatakan Reza, setelah berhasil membawa kabur ponsel korban, pelaku melarikan diri dengan menaik mobil angkutan kota jurusan Ampera-Plaju. “Sempat kami kejar, tetapi pelaku mengeluarkan senjata tajam pisau, karena kami takut, jadi tidak kami kejar lagi,” tutupnya.(korankito.com/denny)