Bisa Dipercaya

Kontra Bali United, SFC Terjepit Jadwal Padat

JADWAL PADAT : Pelatih Sriwijaya FC Widodo C. Putro (Kiri) dan Pemain Sriwijaya FC T.A. Mushafry memberikan keterangan pers. Laskar Wong Kito harus persiapkan diri hadapi Bali Unuted kendati masih lelah seusai laga melawan Arema. Foto/IST

Palembang – Menghadapi Bali United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (10/12) pukul 18.30, Sriwijaya FC sepertinya akan mengalami masalah yang berat, soalnya jadwal padat dan belum lepas rasa lelah usai melakoni laga tandang kontra Arema, Kamis (8/12).

 

Padahal, skuad Laskar Wong Kito ini baru saja menginjakkan kaki di kota Palembang kemarin (9/12). Sehingga mau tak mau, mereka akan menjaga kondisi fisik pemain agar tidak menghasilkan resiko fatal untuk jangka panjang. Tak pelak, beberapa pemain andalan sepertinya takkan diturunkan secara penuh. “Kita sudah mempersiapkan pertandingan ini. Memang waktu recovery sangat tidak bersahabat, tapi jadwal sudah ditentukan. Kemarin pemain yang full main di Arema tidak kita mainkan dan tidak ikut latihan. Mereka dibuat latihan dengan berenang saja,” beber headcoach Sriwijaya FC Widodo C. Putro, tadi siang.

Jelas, Widodo mengambil resiko untuk pertandingan di pekan ke-33 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini. Namun hal tersebut beralasan, mengingat jadwal laga selanjutnya, yakni bertandang ke PS TNI, Kamis (15/12) membuat ia harus menjaga benar kondisi pemain.

Namun bukan berarti melepas poin penuh di kandang sendiri, eks-Pelatih Persela Lamongan itu juga tetap bermain terbuka. Beberapa pemain yang tidak ikut ke Arema dan tidak bermain penuh, akan diterjunkan untuk menjaga tiga poin di kandang. Sriwijaya FC tak ingin dipecundangi didepan pendukungnya sendiri. “Tentu, target kita berharap bisa mendapatkan poin maksimal. Dengan sisa pertandingan ini kita berharap bisa dapat poin penuh,” tukasnya.

Senada dengan hal diatas, pelatih Bali United Indra Sjafri mengaku tak ingin memberi kesempatan pada Sriwijaya FC. Menurutnya bagaimana cara Widodo menyiasati timnya untuk bertanding, ia tak perduli dengan hal tersebut. “Saya paling gak suka mengurusi team orang lain, biarlah menjadi PR mas Wid bagaimana mengelola teamnya. Tidak menjadi keuntungan juga bagi kita, karena kita juga pernah mengalami hal itu juga,” terangnya.

Ditanya soal rekor buruk Sriwijaya FC yang mendulang dua kali kalah dan empat kali seri dalam enam pertandingan terakhir, Indra malah mengantisipasi hal tersebut. Menurutnya Sriwijaya FC tim papan atas, justru akan jadi hal yang berbahaya karena mereka punya kemungkinan meledak di saat-saat akhir. “Adakah keuntungnya secara fisikis mungkin ya, namun justru ada dua kmungkinan. Dengan situaai sulit itu mereka malah bangkit,” pungkasnya. (korankito.com/resha)