238 Kepala Sekolah yang Baru Dilantik Akan Dievaluasi Enam Bulan

 

Wali Kota Palembang Hrnojoyo lantik 238 kepala sekolah se-Palembang. Foto/Eja

 

Palembang – Sebanyak 238 kepala sekolah (Kasek) mulai taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) yang dilantik Wali Kota Palembang Harnojoyo, tadi siang, akan dievaluasi kinerjanya selam enam bulan kedepan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemudan Dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, pergantian ini bertujuan untuk penyegaran, menggantikan posisi kepala sekolah yang kinerjanya dinilai kurang baik. “Kebanyakan yang dirolling saja sekolahnya, ada juga yang pensiun hingga meninggal dunia,” ujar Zulinto seusai pelantikan 238 kepala sekolah tingkat TK dan SD se-Kota Palembang.

Setelah dilantik, lanjutnya, semua kepala sekolah ini masih akan dievaluasi kinerja hasil kepemimpinannya. “Jika setelah satu semester dinilai masih kurang maksimal maka akan dilakukannya pembinaan dan jika masih tidak ada perubahan kemungkinan besar akan diganti kembali. Jadi tidak ada alasan sekolah itu mau di atas rawa ataupun tidak,” tegas Zulinto.

Dikatakannya, selain pelantikan, para kepala sekolah ini juga menandatangani fakta integritas mengenai kinerjanya di sekolah yang baru akan mereka pimpin. Salah satu upaya nyata yang dapat langsung dinilai ialah mereka diminta untuk mengumpulkan foto dari sekolah yang dipimpinnya sebagai bukti jika sudah ada kinerja yang lebih baik. “Selama enam bulan kita akan lihat kinerjanya, saat mereka pertama kali masuk ke sekolah itu maka mereka harus mengirimkan foto kondisi gedung, lingkungan sekolah dan kebersihannya. Enam bulan selanjutnya mereka akan mengumpulkan foto kondisi sekolah tersebut sebagai bukti,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Palembang Ratu Dewa menambahkan, seharusnya pergantian dan pelantikan kepala sekolah ini dilakukan sejak dua tahun silam. Namun karena terkendala beberapa faktor seperti, ada yang pensiun, kinerjanya kurang, ada sebagian dirolling, dan ada yang recroping serta ada juga yang masih belum mengumpulkan berkas-berkas inti diklat calon kepala sekolah. “Rolling jabatan sendiri bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu rentan waktu tertentu,  jika memang kepala sekolah,” tambahnya.

Salah satu kepala sekolah yang dirolling jabatannya Mulyadi mengaku, awalnya ia menjadi Kepala SDN 38 lalu dipindah ke SDN 140. Tentu saja ia menerima dan akan menjalankan amanah yang dipercayakan kepada dirinya.

“Saat ini belum ditentukan kapan pastinya serah terima jabatan, besar kemungkinan semester baru di tahun depan akan dilaksanakan. Pasalnya, masih banyak hal yang harus diurus saat pergantian jabatan seperti aset dan administrasi harus disusun ulang,” tutur Mulyadi.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau soal program dirinya masih akan melanjutkan program yang ia kerjakan di sekolah yang dulu ia pimpim. “Saya belum survei kesana, jadi saya tetap jalankan program saya yang dulu. Namun yang diutamakan adalah memperbaiki maupun meningkatkan akhlak muridnya dulu. Dan saya yakin guru-guru disana mudah untuk diajak bekerja sama,” pungkasnya.(korankito.com/eja)