Terbukti Doping, KONI Sumsel Beri Hukuman Tegas

Palembang – Merebaknya temuan Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) tentang sejumlah atlet yang terindikasi menggunakan doping, menjadi berita mengejutkan bagi patriot olahraga di Indonesia. Termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.

Meskipun belum dipublikasi, sebanyak 12 atlet dari Indonesia positif menggunakan doping usai diuji sampelnya di National Testing Dope di New Delhi, India.

Namun ketika dikonfirmasi, Wakil Kepala Bidang II KONI Sumsel Samsuramel mengatakan, pihaknya belum mendapat kabar dari pihak PB PON tentang temuan tersebut. “Kita malah baru tau kabar tersebut, semoga saja tidak ada atlet kita dari Sumsel yang kena,” ucapnya, Kamis (8/12).

Lantaran masih berstatus terduga, informasi tersebut masih ditutup rapat oleh pihak yang berwenang. Namun dari bocoran yang beredar dari beberapa sumber, ke-12 atlet tersebut berasal dari cabor menembak, berkuda, binaraga, dan angkat besi.

Sedangkan atlet tersebut berasal dar tujuh provinsi, yakni Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Ramel menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika ada atlet Sumsel yang terlibat dalam penggunaan obat terlarang tersebut. “Yang pasti jika terbukti, kita akan tindak sesuai dengan peraturan dari PB PON, yakni medalinya akan dicabut jika ia mendapat medali,” tegasnya.

Untuk hukuman dari KONI Sumsel sendiri, ia akan membicarakan hal tersebut pada bidang hukum KONI Sumsel. Hal ini untuk memberikan efek jera sekaligus peringatan bagi patriot olahraga Sumsel.

“Akan kita rapatkan kepada bidang hukum KONI Sumsel, yang pasti akan kita beri hukuman yang tegas,” pungkasnya. (korankito.com/resha)