Harnojoyo : Kunci Pasar Bersih Sampahnya Disimpan

Wali Kota Palembang Harnojoyo. Foto/net

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui PD Pasar Palembang Jaya menggelar lomba kebersihan pasar tradisional. Melalui lomba kebersihan pasar ini disebut juga dengan gerakan bersih, aman dan nyaman (Gerebek) Pasar ini akan menilai setiap pasar tradisional dibawah pengelolaan PD Pasar Palembang Jaya seperti kebersihan pasar, kebersihan, kenyamanan dalam berbelanja dan keamanan pembeli yang datang untuk berbelanja.

Walikota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, launching lomba kebersihan atau gerebek pasar ini diikuti oleh 30 pasar tradisional dibawah pengelolaan PD Pasar Palembang Jaya. Ada beberapa kriteria penilaian dalam gerebek pasar ini seperti kebersihan, kerapian, kenyamanan dan keamanan pasar.

“Berkaca dari tahun terdahulu dimana Palembang mendapat predikat kota terjorok se-Indonesia. Satu tahun Palembang berbenah dan setelah itu mendapatkan Adipura. Nah melalui gerebek pasar ini sebagai salah satu upaya dari Pemkot Palembang untuk menciptakan pasar tradisional menuju pasar tradisional modern dengan menghilangkan kesan jorok, kumuh dan rawan tindak kriminal,” ungkapnya, Kamis (8/12).

Harnojoyo menjelaskan dalam lomba kebersihan pasar ini nantinya tim penilai harus benar-benar orang yang independen dan tidak keberpihakan terhadap pasar manapun juga. Pemkot pun sudah mempersiapkan reward dan punisment untuk pasar dengan nilai tertinggi dan pasar dengan nilai terendah.

“Kita akan memberikan pin emas untuk pasar dengan nilai tertinggi dan bendera tengkorak untuk pasar dengan nilai,” katanya.

Selain itu  lomba kebersihan pasar ini juga sebagai upaya pemkot untuk memberikan motivasi kepada para pedagang dan pengelola pasar bagaimana agar pasar tempat mereka berdagang bersih. Dengan begitu pasar bukan hanya sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli saja namun juga meberikan rasa nyaman, aman.

“Tadinya orang yang datang niat ingin berbelanja tapi dengan melihat keadaan pasar yang jorok, tidak aman jadinya mereka tidak jadi untuk berbelanja,” jelasnya.

Karena itu Harno juga menghimbau kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan pasar dan menjaga kebersihan dagangannya khususnya para penjual makanan. “contohlah pasar modern seperti mall dimana sampah tidak berserakan, nyaman dan aman,” tukasnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Palembang Jaya Asnawi P Ratu mengatakan lomba kebersihan pasar atau gerebek pasar ini merupakan motivasi baik kepada pedagang maupun kepada pengelola pasar untuk lebih meningkatkan lagi kebersihan pasar ditempat mereka. Jangan seperti Pasar Buah Jakabaring yang termasuk kedalam kategori pasar terjorok dan sudah selalu diberi teguran dari pihaknya.

Dimana yang membuat pasar buah jakabaring tersebut selalu jorok karena para pedagangnya tidak memperhatikan kebersihan pasar. Kotak-Kotak bekas buah dibiarkan tergeletak begitu saja dijalanan. “Kunci pasar bersih itu sampahnya disimpan,” jelasnya.

Maksud dari sampah disimpan tadi, jelasnya pedagang disetiap pasar harus bisa memisahkan mana sampah basah dan sampah kering. Sampah kering yang telah dipisah tadi dimasukkan kedalam plastik hitam besar dan dimasukkan kedalam gudang sedangkan sampah basah seperti sampah ikan dan sebagainya diletakkan di luar dan diangkut sorenya untuk dibuang ditempat pembuangan sampah.

“Lihat saja di mall-mall itu tidak ada sampah yang dibuang atau diletakkan di luar atau ditempat terbuka. Sampah semuanya disimpan dan diangkut sore atau malam harinya. kalau tidak ada mobil DKK yang angkut ya pakai mobil kita yang ada,” ujarnya.

Untuk memwujudkan pasar yang sehat tambah Asnawi ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh para pedagang seperti dari sisi pemanfaatan sampah, kebersihan keindahan, kesehatan makan yang dijual. Karena itulah gunanya ada tim kesehatan dari Dinkes yang bisa mengecek kelayakan makanan yang dijual dengan melakukan cek formalin disetiap pasar, dan melakukan tera.

“Harapannya tim dari dinkes dan disperindagkop selalu turun kepasar-pasar untuk melakukan cek kesehatan dan kelayakan makan yang dijual pedagang agar makan tersebut layak jual dan tidak mengganggu kesehatan bagi pembeli yang memakannya,” tukasnya. (korankito.com/ria)