Bisa Dipercaya

32 Guru SMPN Mengulang Ujian Kompetensi

UJIAN KOMPETENSI: Seorang guru tengah mengerjakan soal secara online dalam tes ulang kompetensi, Rabu (7/12). Sebanyak 32 guru SMPN ikuti ujian kompetensi di SMKN 5. Foto/Eja

 

Palembang – Sebanyak 32 guru tingkat sekolah menengah pertama negeri (SMPN) se-Kota Palembang yang tidak memenuhi nilai standar ujian kompetensi guru (UKG) ikuti Pos Tes di SMKN 5 Palembang.

Pos Tes guru pembelajaran itu bertujuan untuk perbaikan nilai UKG guru dari tiap jenjang pendidikan yang masih belum mencapai nilai standar. Selain untuk membangun budaya mutu bagi guru, UKG diyakini dapat menjadi tolak ukur kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan.Dari hasil UKG di awal  2016 lalu, masih banyak guru yang mendapat nilai dibawah rata-rata yaitu 5,6.

Berita Sejenis

SMAN 10 Palembang Jawab Tantangan Kadisdik Sumsel 

Polsri Gelar EDS Kedelapan

17 Lembaga Pendidikan Empatlawang Diajukan Akreditasi

1 daripada 17

Dari pantauan korankito.com, yang menjadi permasalahan utama adalah guru yang tidak menguasai informasi dan teknologi (IT) sebagai media pembelajaran dan cara menjawab soal menggunakan komputer, serta penguasaan bahasa asing, terutama bagi guru yang sudah menginjak usia 50 an.

Guna mendorong para guru yang tidak memenuhi nila standar minimum tersebut, maka Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) yang berada dibawah naungan koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), menggelar pos tes guru pembelajaran untuk guru setiap jenjang pendidikan.

Namun khusus untuk hari ini (Selasa, 6/12) dilakukan pos tes untuk guru tingkat SMPN se-Kota Palembang, dimana mereka kembali mengulang materi yang diujikan saat UKG kemarin.

“Jadi bagi guru yang tidak mencapai nilai standar minimum, mereka diberikan pelatihan melalui pos tes guru pembelajaran dengan tes soal pedagogik dan profesional,” Pengawas Tempat Uji Kompetensi (TUK) Reni.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan ujian dilakukan 2 – 15 Desember 2016. Dengan jadwal sesuai dengan mata pelajaran yang telah ditentukan dari pusat. Mereka juga akan diberikan dua modul soal dengan 60 butir pertanyaan. “Dengan materi yang diujikan yakni ilmu pengetahuan sosial (IPS) dengan modul satu sebanyak 30 soal dan modul dua sebanyak 30 jadi seluruhnya 60 soal. Tesnya sendiri dilaksanakan secara online, sehingga mereka cukup menjawab soal dengan mengklik jawaban yang mereka anggap benar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Tenaga Pendidik (Tendik) SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Hamsir menambahkan, kendala yang membuat banyaknya guru yang gagal dalam UKG ini dikarenakan faktor usia dan penguasaan IT.

“Kami berharap UKG ini harus dikemas sedemikian rupa sesuai dengan kondisi guru saat ini, sehingga tidak membuat para guru yang kurang menguasai IT menjadi kebingungan. Alternatif lainnya, kalau bisa mereka ini dibuatkan sebuah modul pembelajaran yang sesuai dengan kelemahan mereka masing-masing. Soalnya masih banyak cara dalam meningkatkan kualitas guru dan yang terpenting kami selalu mengupayakan peningkatan kualitas guru,” pungkasnya. (korankito.com/Eja)