Pemkot Terima Surat Teguran Tim Cagar Budaya Soal Tugu Belido

LANGGAR CAGAR BUDAYA : Tugu Belido di pelataran BKB Palembang dinilai melanggar cagar budaya. Foto/Ningrum

LANGGAR CAGAR BUDAYA : Tugu Belido di pelataran BKB Palembang dinilai melanggar cagar budaya. Foto/Ningrum

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menerima surat teguran dari tim Cagar Budaya Nasional terkait dengan pembangunan Tugu Belido di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) yang dinilai melanggar dan merusak cagar budaya.
Kabag Humas dan Protokol Pemkot Palembang Akhmad Mustain membenarkan adanya surat teguran itu, namun pembangunan tersebut tidak bisa dihentikan begitu saja.
“Kita sudah terima (surat) itu, dalam waktu dekat kita akan diskusikan lagi,” ungkapnya ketika dihubungi via telepon..
Ia menjelaskan, perencanaan  pembangunan Tugu Belido ini sudah lama, apalagi publikasinya juga sudah kemana-mana, kalau dinilai merusak cagar budaya ini kan dibangun dipelataran plaza, bukan tepat di Benteng Kuto Besak (BKB). Karena itu Pemkot Palembang harus mendiskusikan hal ini terlebih dahulu kepada tim Cagar Budaya Nasional.
Lagi pula, lanjut Mustain, pembangunan tugu tersebut juga bertujuan untuk menambah keindahan kawasan tersebut. Selain itu juga dengan adanya pembangunan tugu ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Palembang. “Pembangunan tugu kan jauh dari BKB, itu hanya di pelataran yang berada di dataran sungai. Secara logika ini bukan malah merusak, melainkan menambah nilai tersendiri dari cagar budaya yang kita miliki. Seharusnya yang harus diperhatikan itu kawasan BKB bagaimana kondisinya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang Isnaini membantah menerima surat peringatan dari tim Cagar Budaya Nasional. Menurut Isnaini, pihaknya hanya mendapat surat berupa permintaan untuk meneliti kembali kawasan pembangunan Tugu Belido tersebut dari Kepala Disbudpar Sumsel Irene Camelyn. “Pemprov meminta untuk dilakukan penelitian kembali untuk lokasi oleh tim ahli cagar budaya, karena pembangunan itu berdekatan dengan BKB. Hasilnya tidak ada masalah, karena lokasi pembangunannya berada di kawasan plaza yang sudah dibangun sejak 2004 lalu,” ungkapnya.
Menurut Isnaini, yang pelu dikhawatirkan saat ini oleh tim Cagar Budaya Nasional yakni kondisi Benteng itu sendiri. Bukan malah mengkhawatirkan pembangunan yang dilakukan untuk memajukan cagar budaya.
Ia menambahkan, jika sekiranya ada yang keberatan tentang pembangunan tugu ini, kenapa tidak dari awal memberikan masukan serta saran. “Ini sudah dilakukan groundbreaking baru nyari-nyari masalah. Saya prihatin, kita gunakan logika sajalah tapi tetap menyesuaikan dengan peraturan yang ada. Sebaiknya ego sektoral yang kini masih dimiliki, dan menolak terhadap suatu kemajuan itu dihilangkan dululah,” tukasnya.
Dilain tempat, Sekretaris Perusahaan (Sesper) PTBA Adib Ubaidillah mengaku, pihaknya belum menerima informasi apapun terkait hal ini. “Kita belum dapat informasi apapun tentang ini. PTBA dalam pembangunan tugu ini hanya membantu, mengenai program kita serahkan semuanya ke Pemkot Palembang. Kami belum bisa berkomentar banyak,”katanya. (korankito.com/ria)