Disdikpora Segera Alihfungsikan Rumah Dinas Sekolah di Palembang

RUMAH DINAS :

RUMAH DINAS : Kepala SDN 205 Palembang Fazkurullah menunjukkan rumah dinas sekolah yang sudah rusak, Selasa (6/12).Foto/ Eja

 

Palembang – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang akan mengalihfungsikan rumah dinas yang ada di lingkungan sekolah mulai tahun depan.

Plt Kepala Bidang (Kabid) Perencana Pembangunan Sekolah (PPS) Disdikpora Palembang Herman Wijaya mengatakan, rumah dinas sekolah yang dibangun sebagai rumah singgah bagi kepala sekolah maupun guru yang berasal dari luar daerah, nantinya akan dialih fungsikan sesuai dana dan permintaan dari sekolah. “Dari 267 sekolah dasar negeri (SDN)  di Kota Palembang tidak semuanya memiliki rumah dinas, namun yang masih ada akan dialihfungsikan atau dibangun ulang sesuai keperluan sekolah dan dana yang tersedia,” ungkap Herman, siang tadi.

Ia menjelaskan, pengalihfungsian bangunan tersebut merupakan program Disdikpora untuk memanfaatkan bangunan yang ada namun tidak terlalu dibutuhkan, mengingat hampir semua guru yang mengajar di Palembang masih berdomisili di Kota empek-empek ini.

“Daripada cuma jadi rumah singgah kan lebih baik dimanfaatkan untuk bangunan mushala, perpustakaan, laboratorium, ruang unit kesehatan sekolah (UKS) maupun ruang lainnya untuk memfasilitasi kegiatan anak di sekolah,” paparnya.

Ia menyebutkan, belum lagi SDN di Palembang yang mayoritas lahannya tidak terlalu luas. Selain itu, nantinya diharapkan setiap SDN yang ada di Kota Palembang akan dibangun bertingkat guna menyiasati kurangnya lahan sarana anak untuk belajar dan bermain di sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 205 Palembang Fazkurullah mengaku, jika awalnya di lingkungan sekolahnya terdapat dua bangunan rumah dinas yang didirikan sejak tahun 1982. Namun beberapa tahun lalu salah satu bangunannya sudah dihapuskan, karena sudah tidak layak untuk digunakan lagi. “Bangunan yang satunya masih bisa digunakan dan ditunggu papan kayu dan dan beratap seng, dengan luas bangunan 8×7 meter persegi atau seluas satu ruang kelas,” tambah Fazkurullah sembari menunjukkan bangunan rumah dinas yang letaknya tepat di pintu masuk sekolah.

Selain itu, diakuinya, pejabat PPS Disdikpora sebelumnya juga sudah menyetujui permintaan sekolah untuk membangun ulang rumah dinas tersebut menjadi ruang perpustakaan untuk siswanya. Namun karena sesuatu dan lain hal, sampai saat ini belum ada kelanjutan untuk pembongkaran bangunan rumah dinas ini. “Kami berharap agar pejabat yang saat ini menduduki posisi tersebut dapat segera merealisasikan rencana awal pembangunan perpustakaan. Ini juga kan untuk mendukung program literasi dari pemerintah. Selain itu kami juga meminta agar kiranya ruang belajar disini juga dapat diperbaiki,” pungkasnya. (korankito.com/Eja)