Disdik Sumsel Siap Laksanakan Sistem Zonasi PSB

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo. Foto/Eja

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo. Foto/Eja

 

Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) mengamini rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk memberlakukan sistem penerimaan siswa baru (PSB) menjadi sistem Zonasi pada tahun ajaran tahun depan.

Kepala Disdik Sumsel Widodo mengatakan,  sistem zonasi itu bertujuan untuk menjaring siswa masuk ke sekolah jenjang berikutnya dengan lokasi tempat tinggalnya yang tidak jauh dari sekolah tersebut.

Menurutnya, apapun keputusan yang nantinya akan diberlakukan oleh pemerintah, maka pihaknya siap untuk melaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Namun diakui Widodo, hingga saat ini pihaknya masih bisa belum bisa menjelaskan mekanisme penerapanan system zonasi tersebut. “Kebijakan-kebijakan pemerintah pastinya sudah melalui kajian dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Jadi pada prinsipnya yang terbaik akan kita dukung. Dan saya masih menunggu surat resmi dan petunjuk teknisnya (juknisnya) dari Kemdikbud mengenai mekanisme pelaksanaannya,” ungkap Widodo kepada koran kito di ruang kerjanya, Selasa (6/12).

Dikatakannya, kebijakan ini juga akan dapat mengatasi permasalahan menumpuknya siswa terbaik pada sekolah-sekolah berlabel favorit dan unggulan, sehingga sekolah reguler yang tidak berlabel unggulan maupun favorit hanya menjadi pilihan terakhir bagi calon siswanya. Selain itu, kebijakan ini juga diyakini dapat meningkatkan keamanan siswa saat pulang karena jarak rumah dan sekolahnya tidak terlampau terlalu jauh. “Tentunya setelah ada keputusan resmi dari pihak pemerintahan pusat, baru akan kita terapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 6 Palembang Maryati mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan oleh Kemdikbud. Pada dasarnya sistem zonasi ini hampir sama dengan sistem rayon yang selama ini pihaknya jalankan. “Intinya, apapun yang diputuskan oleh Pak Menteri sudah melalui kajian dan pertimbangan yang matang. Tentang PSB dengan sistem zonasi mungkin tidak jauh beda dengan sistem rayonisasi selama ini. Dan mengenai penghapusan sekolah unggulan kalau itu sudah keputusannya kita sebagai pelaksana siap menerima dan siap menjalankan putusan  tersebut,” pungkas Maryati.(korankito.com/eja)