Tertipu Pengobatan Alternatif, Rp 13 Juta Raib

TERTIPU: Korban Novi menggunakan baju cokelat, bersama saksi Kiki saat akan membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, Senin (5/12). Foto/denny

TERTIPU: Korban Novi (kiri) bersama saksi Kiki saat akan membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, Senin (5/12). Foto/Denny

Palembang- Seorang gadis asal Sembawa, Kabupaten Bayuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) alami kerugian Rp13 juta karena tertipu bermoduskan pengobatan alternatif.
Atas kejadian itu, korban bernama Novi Resyana (21) kemudian melaporkan apa yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (5/12).
Korban yang datang bersama temannya Kiki (22) mengungkapkan, kejadiannya bermula saat korban bersama saksi Kiki mendatangi pusat perbelanjaan Palembang Indah Mall (PIM) Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Minggu (4/11) sekitar pukul 14.00, untuk nonton film di bioskop.
Setibanya di PIM, korban bertemu dengan seseorang yang mengakui berasal dari negara Malaysia. Lantas, pria tersebut berpura-pura tersasar dan minta diantarkan melihat pameran benda-benda sejarah dan lukisan.
“Kami tuh janjian mau bertemu, untuk nonton film di bioskop. Setiba di PIM, kami ketemu seorang yang mengatakan kalau tersasar, dan minta diantarkan ke tempat pemeran lukisan. Lalu, dia berpura-pura nanya ke seseorang. Tapi kami yakin kalau itu teman dia,” tutur Novi.
Lanjutnya, ia bersama terlapor terlibat obrolan yang panjang, hingga pelaku mengatakan kalau Kiki sudah menjadi korban guna-guna yang dilakukan seseorang. Lantas, terlapor menawarkan diri untuk memberikan pertolongan dan menyembuhkan penyakit yang menimpa Kiki.
“Kata dia ada 17 jarum yang tertanam di badan Kiki, akibat guna-guna. Dia menawarkan untuk menyembuhkan penyakit itu, karena takut kenapa-kenapa akhirnya kami minta disembuhkan. Dan, dia langsung menhisap jari tangan Kiki. Memang ada enam jarum yang keluar dari mulut dia,” katanya.
Lantas, tambah korban Novi, pelaku menyuruh Kiki pulang ke rumah untuk mandi dan sholat, agar pelaku dapat mengeluarkan sisa jarum yang masih tertanam di badannya. Saksi Kiki pun, pergi meninggalkan korban sendirian bersama kedua terlapor.
“Dia mengatakan kalau jarum yang di badan Kiki ini, akan pindah ke saya dan keluarga saya, kalau Kiki terlambat mengobatinya. Jadi, dia mau mengobatinya, tetapi minta sejumlah uang,” tambahnya.
Karena merasa takut penyakit yang diderita Kiki menular kepadanya dan keluarga, korban pun akhirnya mencari pinjaman uang kepada teman-temannya hingga, dapatlah uang Rp 9,5 juta. Lalu, uang tersebut di transfer korban ke rekening para pelaku.
“Pinjam dengan teman-teman, terkumpullah uang Rp 9,5 juta. Dan uang saya, di dalam rekening ada Rp 4,3 juta. Jadi, kalau ditotalkan kerugian kami mencapai, Rp 15 juta, karena ponsel kami juga dibawa pelaku, saya berharap pelaku cepat ditangkap,” harapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban, selanjutnya akan segera ditindak lanjuti. “Korban sudah melapor, doakan saja pelaku cepat ditangkap,” ujar Marully. (korankito.com/denny)