Bisa Dipercaya

Pemerintah Gelontorkan Rp6 Miliar untuk Bangun SMPN 59

SMPN 59: Disdikpora Kota Palembang melalui Plt. Kepala Bidang (Kabid) Perencana Pembangunan Sekolah (PPS) Herman Wijaya bersama jajaran staf lainnya dan tim verifikasi Pembinaan SMP Kemdikbud meninjau langsung lokasi pembangunan SMPN 59 Palembang, Senin (5/12). Foto/Eja
SMPN 59: Disdikpora Kota Palembang melalui Plt. Kepala Bidang (Kabid) Perencana Pembangunan Sekolah (PPS) Herman Wijaya bersama jajaran staf lainnya dan tim verifikasi Pembinaan SMP Kemdikbud meninjau langsung lokasi pembangunan SMPN 59 Palembang, Senin (5/12). Foto/Eja
Palembang – Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 59 Palembang di Jalan Lebak Sari 1, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, diperkirakan bakal telan dana Rp6 Miliar.

Tim verifikasi Direktorat Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang meninjau langsung lokasi pembangunan SMPN 59 Palembang, Senin (5/12).
“Rencana pembangunannya sudah sejak dua tahun lalu. Karena ada beberapa kendala, maka tim verifikasi dari pusat baru datang dan meninjau langsung lokasi bakal pembangunan SMPN 59 Palembang di kawasan Talang Jambe ini ,” ungkap Plt. Kepala Bidang (Kabid) Perencana Pembangunan Sekolah (PPS) Disdikpora Palembang Herman Wijaya
Lahan seluas 9.900 meter persegi ini merupakan hibah dari Pemerintahan Kota (Pemkot) Palembang yang akan dibangunkan enam lokal untuk SMPN 59. Dimana akan dibangunkan untuk laboratorium, ruang guru, perpustakaan dan tiga ruang belajar. “Dana pembangunannya sendiri dari APBN sebesar Rp2 miliar, dan juga kami meminta bantuan dana sharing dari APBD Kota Paelmbang sebesar Rp4 miliar untuk penimbunan dan bantuan pembangunan infrastruktur lainnya,” kata Herman.
Pembangunanannya sendiri tinggal menunggu persetujuan dari Kemdikbud melalui tim verifikasi Pembinaan SMP untuk kucuran dana APBD 2017. “Kalau sudah ada persetujuan dari pusat, walaupun belum dibangun maka akan kita terima murid baru ditahun ajaran baru 2017 dengan kegiatan pembelajaran menumpang ruangan di SD terdekat. Tahap pertama kita ambil tiga kelas dulu dengan daya tampug 120 an siswa,” tukasnya.
Sementara itu, Tim Verifikasi Direktorat Pembinaan SMP Kemdikbud Yanuar Asmara menambahkan, mekanismenya melalui usulan Diknas setempat lalu setelah itu diverifikasi data-data pengajuannya baru dirapatkan untuk persetujuannya. “Kalau biasanyanya setelah verifikasi dan disetujui maka pada bulan Maret tahun berikutnya mulai dibangun. Saya kesini untuk melakukan verifikasi data meliputi, SD pendukung di dekat lokasi pembangunan, SMP terdekat, dan kontur tanah serta persyaratan administrasi,” katanya. (korankito,com/Eja)