Beli Bahan Bangunan Dengan Cek Kosong

img-20161205-02017

SIDANG – Terdakwa Lukman Sundana alias Luk King Sung (66) saat menjalani sidang dengan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Klas IA Palembang, Senin (5/12). Foto/Ria

Palembang – Gara-gara membeli bahan material bangunan dengan cek kosong, terdakwa Lukman Sundana alias Luk King Sung (66) terancam hukuman empat tahun penjara ketika menjalani sidang dengan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Klas IA Palembang, Senin (5/12).

Sidang kali ini menghadirkan saksi Rusdi Alwi dan Wiwin untuk terdakwa yang tercatat sebagai warga jalan Veteran, RT 09, RW 03, Kelurahan Kepandean Baru, Kecamatan IT Palembang.
Saksi Alwi Rusdi ketika memberikan keterangan dihadapan majelis hakim, menjelaskan bahwa kenal dengan terdakwa, maka dari itu memberikan kepercayaan kepada terdakwa guna menyuplai bahan bagunan untuk proyek pengerjaan di daerah Sekayu.

“Awalnya saya pernah ketemu dengan terdakwa untuk menjalin pekerjaan menyuplai bahan bagunan, ketika bahan bangunan tersebut telah diambil dengan perjanjian pembayaran tunai,” katanya sembari menyebutkan toko miliknya di Jalan Hasan Kasim nomor 8 Celentang.

Bahkan, saksi Rusdi Alwi menyebutkan bahwa perjanjian awal untuk pembayaran secara tunai untuk bahan bangunan yang diambil terdakwa ternyata diingkari, akan tetapi terdakwa memberikan solusi pembayaran dengan cek kontan.

“Terdakwa memberikan cek kontan sebanyak lima lembar, ketika hendak dicairkan ternyata cek tersebut ditolak oleh bank,” kata Rusdi.

Hal sama juga dikatakan saksi Wiwin bahwa dirinya mengetahui dimana sebelumnya terdakwa awalnya mengambil bahan bangunan untuk proyek di daerah Sekayu pada awal September 2013,
“Ketika hendak ditagih kepada terdakwa tentang pembayaran bahan bagunan yang telah diambil terdakwa beberapa waktu lalu, terdakwa langsung mengeluarkan cek kontan, ketika hendak dicairkan ke bank, cek tersebut langsung ditolak lantaran cek tersebut kosong,” kata Wiwin.

Diketahui sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ita Royani mendakwa terdakwa dengan dakwaan pasal 378 KUHP dimana kasus penipuan ini ketika korban hendak mencairkan dua lembar cek ke Bank Sumsel Babel yang tercantum senilai Rp 400 juta dan Rp 321 juta. Ketika hendak dicairkan oleh pihak bank terkendala rekening bank milik terdakwa telah ditutup sehingga pihak bank mengeluarkan SPT.

Sementara itu, majelis hakim Ardianda Patria SH MH didamping hakim anggota Paluko Hutagalung dan Wisnu Wicaksono, usai mendengarkan keterangan para saksi, meutuskan sidang dilanjutkan pada hari Kamis nanti tanggal (8/12) dengan agenda keterangan saksi lainnya.

Terpisah kuasa hukum korban dari LBH Rumah Abdi Hukum, Redho Junaid SH MH didampingi Kartika SH, ketika ditemui usai sidang menjelaskan, bahwa kejadian tersebut berawal ketika terdakwa hendak membeli bahan bagunan untuk proyek pembagunan di daerah Sekayu dengan perjanjian ketika bahan banguan diambil oleh terdakwa dengan pembayaran kontan.

Tetapi janji tersebut diingkari terdakwa, terdakwa malah memberikan solusi dengan memberikan cek kontan untuk pembayaran bahan material, akan tetapi ketika cek kontan sebanyak lima lembar dengan total keseluruhan mencapai Rp 1,4 miliar tersebut ternyata kosong.

“Kasus ini berawal dari tahun 2015, dimana terdakwa memberikan cek kontan kepada klien kami (korban Rusdi Alwi_red) untuk pembayaran bahan bangunan, ketika hendak dicairkan ternyata cek tersebut kosong, oleh karena itu kami meminta keadilan atas kasus ini agar terdakwa dihukum setinggi-tingginya,” kata Redho. (korankitocom/ria)